Otoritas Jasa Keuangan meluruskan persepsi bahwa Indonesia tidak dalam posisi 'digantung' oleh MSCI, melainkan dalam proses pemantauan konsistensi penerapan kebijakan reformasi pasar modal.
Oleh Redaksi Sorot Utama·3 menit baca
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menetapkan target ambisius kapitalisasi pasar Rp30.000 triliun dan 35 juta investor pada 2030, dengan empat pilar strategi untuk mengangkat posisi bursa dari peringkat ke-19 menjadi 10 besar dunia.
Oleh Redaksi Sorot Utama·3 menit baca
MSCI mempertahankan status Emerging Markets untuk Indonesia dalam evaluasi 2026, namun memberikan peringatan soal transparansi kepemilikan saham dan mengumumkan 13 saham kategori HSC.
Oleh Redaksi Sorot Utama·3 menit baca
Bursa Efek Indonesia mengumumkan pengawasan Unusual Market Activity (UMA) atas saham PT Multi Spunindo Jaya Tbk mulai Selasa, 24 Juni 2026, menyusul kenaikan harga yang tidak wajar.
Oleh Redaksi Sorot Utama·2 menit baca
Pasar modal Indonesia dinilai memiliki aksesibilitas lebih baik dibanding India, Korea, Taiwan, dan Thailand berdasarkan 18 kriteria MSCI, dengan 10 kriteria bernilai tertinggi.
Oleh Redaksi Sorot Utama·3 menit baca
Regulator menegaskan dari 18 kriteria, hanya satu aspek yang turun nilainya, yakni Information Flow. Status Emerging Market Indonesia tetap dipertahankan MSCI.
Oleh Redaksi Sorot Utama·2 menit baca
MSCI dalam Global Market Accessibility Review 2026 menurunkan penilaian aspek Information Flow Indonesia akibat kekhawatiran transparansi kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi, meski status Emerging Market dinilai masih terjaga.
Oleh Redaksi Sorot Utama·3 menit baca
Bursa Efek Indonesia menanggapi hasil MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dirilis 19 Juni 2026, menyatakan optimisme tetap berada di kategori emerging market meski ada catatan perbaikan.
Oleh Redaksi Sorot Utama·2 menit baca
Bursa Efek Indonesia memperkuat infrastruktur pengawasan dengan smart surveillance system dan Extended Due Diligence untuk menekan praktik manipulasi harga saham, menyusul hasil review terbaru MSCI.
Oleh Redaksi Sorot Utama·2 menit baca
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyatakan hasil asesmen MSCI Global Market Accessibility Review 2026 hanya menyoroti satu kriteria yang perlu diperbaiki, yakni information flow di segmen infrastruktur pasar.
Oleh Redaksi Sorot Utama·2 menit baca
Bursa Efek Indonesia meminta emiten meninjau struktur kepemilikan dan mengungkap pemilik manfaat akhir dengan jelas, sejalan dengan reformasi pasar modal menjelang rilis MSCI Global Market Accessibility Review.
Oleh Redaksi Sorot Utama·2 menit baca
Otoritas Jasa Keuangan meminta investor pasar modal tetap tenang menjelang dua pengumuman penting MSCI yang akan menentukan arah dana asing ke Indonesia.
Oleh Redaksi Sorot Utama·2 menit baca
Otoritas Jasa Keuangan berharap hasil peninjauan MSCI pada 19 dan 24 Juni 2026 dapat mendorong investor asing kembali meningkatkan partisipasi di pasar modal Indonesia.
Oleh Redaksi Sorot Utama·2 menit baca
Penerbitan obligasi global perdana Danantara Indonesia senilai US$1,5 miliar mencatat oversubscription hingga US$4,6 miliar, dengan investor Amerika Serikat menjadi pembeli terbesar, terutama untuk tenor 10 tahun yang mencapai 52%.
Oleh Redaksi Sorot Utama·2 menit baca
Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham PT Fortune Indonesia Tbk mulai 15 Juni 2026 sebagai bentuk perlindungan investor menyusul lonjakan harga kumulatif yang dinilai tidak wajar.
Oleh Redaksi Sorot Utama·2 menit baca
Memahami karakteristik reksadana pasar uang, pendapatan tetap, dan terproteksi sebagai strategi mitigasi risiko di tengah volatilitas pasar.
Oleh Redaksi Sorot Utama·4 menit baca
Pembekuan saham Indonesia dari indeks MSCI pada Januari 2026 memicu outflow asing USD 600 juta dan melemahkan rupiah, menurut laporan Bank Dunia.
Oleh Redaksi Sorot Utama·2 menit baca
Dari relaksasi buyback hingga larangan short-sell, regulator punya beragam instrumen untuk meredam gejolak pasar modal Indonesia.
Oleh Redaksi Sorot Utama·3 menit baca
Volatilitas pasar modal memaksa perusahaan asuransi menyesuaikan strategi investasi untuk menjaga kemampuan bayar klaim nasabah.
Oleh Redaksi Sorot Utama·4 menit baca