BEI Targetkan Kapitalisasi Pasar Rp30.000 T pada 2030, Bidik 10 Besar Dunia
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menetapkan target ambisius kapitalisasi pasar Rp30.000 triliun dan 35 juta investor pada 2030, dengan empat pilar strategi untuk mengangkat posisi bursa dari peringkat ke-19 menjadi 10 besar dunia.

Ringkasan
PT Bursa Efek Indonesia menargetkan kapitalisasi pasar Rp30.000 triliun, nilai transaksi harian Rp31 triliun, dan 35 juta investor pada 2030. Target diumumkan Direktur Utama Jeffrey Hendrik dalam RUPST 2026, dengan empat pilar strategi untuk membawa BEI dari posisi ke-19 menjadi 10 besar bursa dunia.
Daftar isi▶ buka▼ tutup
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target ambisius untuk masuk ke jajaran 10 besar bursa saham terbesar di dunia pada 2030, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi. Pengumuman ini disampaikan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI 2026 secara virtual pada Senin, 29 Juni 2026.
Saat ini, kapitalisasi pasar BEI berada di posisi ke-19 dunia, sementara nilai transaksinya menempati peringkat ke-17. Berdasarkan data mingguan BEI per 26 Juni 2026, kapitalisasi pasar tercatat Rp10.302 triliun dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp17,58 triliun.
Target Strategis 2030
Direksi baru BEI yang resmi diangkat untuk masa bakti 2026-2030 dalam RUPST tersebut telah menetapkan sejumlah target konkret untuk dicapai pada tahun 2030:
- Kapitalisasi pasar mencapai Rp30.000 triliun
- Rata-rata nilai transaksi harian Rp31 triliun
- Jumlah perusahaan tercatat lebih dari 1.100 emiten
- Jumlah investor pasar modal mencapai 35 juta investor
- Rasio kapitalisasi pasar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di atas 83%
Target kapitalisasi pasar Rp30.000 triliun berarti hampir tiga kali lipat dari posisi saat ini, mencerminkan ambisi besar manajemen baru untuk mempercepat pertumbuhan pasar modal Indonesia dalam empat tahun ke depan.
Empat Pilar Strategi
Jeffrey Hendrik memaparkan empat pilar strategi yang disiapkan BEI untuk mencapai target tersebut. Pertama, menumbuhkan bisnis dari sisi transaksi. Kedua, mengembangkan bisnis non-transaksi. Ketiga, meningkatkan kuantitas maupun kualitas perusahaan tercatat. Keempat, meningkatkan inklusivitas untuk seluruh segmen investor di pasar modal Indonesia.
"Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut tentu harus didukung oleh infrastruktur perdagangan, infrastruktur pengawasan, dan juga infrastruktur lainnya yang mendukung operasional di Bursa Efek Indonesia dapat berjalan dengan baik," ujar Jeffrey sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia.
Ia menegaskan bahwa semua strategi ini harus didasari oleh fungsi utama BEI sebagai penyelenggara infrastruktur pasar modal yang andal dan kredibel.
Visi Bursa Kelas Dunia
Meski dengan susunan direksi baru, BEI tetap mempertahankan visi misi yang sama, yakni menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia. Misi BEI adalah menciptakan infrastruktur pasar keuangan yang terpercaya dan kredibel, untuk mewujudkan pasar yang teratur, wajar, dan efisien, serta dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan melalui produk dan layanan yang inovatif.
"Dan untuk itu, kami tetap telah menetapkan goal statement, yaitu kami akan membawa bursa efek Indonesia menjadi bursa kelas dunia," tegas Jeffrey.
Tantangan dan Peluang
Implikasinya, untuk mencapai target kapitalisasi pasar Rp30.000 triliun, BEI perlu mendorong pertumbuhan tahunan yang signifikan, baik melalui penambahan emiten baru berkualitas maupun peningkatan valuasi perusahaan yang sudah tercatat. Target 35 juta investor juga menuntut upaya edukasi dan inklusi keuangan yang lebih masif, mengingat jumlah investor saat ini masih jauh di bawah angka tersebut.
Secara umum di kawasan Asia Tenggara, bursa-bursa regional terus berkompetisi untuk menarik emiten dan investor. Posisi BEI di peringkat ke-19 dunia menunjukkan masih ada jarak yang harus ditempuh untuk masuk ke 10 besar, namun dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid dan potensi pasar domestik yang besar, target ini dipandang sebagai langkah strategis jangka panjang yang ambisius namun terukur.
Perlu dicermati bahwa pencapaian target rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB di atas 83% juga akan menjadi indikator penting tingkat kedalaman dan kematangan pasar modal Indonesia dibandingkan dengan ukuran ekonomi nasional.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Apa target kapitalisasi pasar BEI pada 2030?
- BEI menargetkan kapitalisasi pasar mencapai Rp30.000 triliun pada tahun 2030, naik signifikan dari posisi per 26 Juni 2026 yang tercatat Rp10.302 triliun. Target ini merupakan bagian dari ambisi BEI untuk masuk ke 10 besar bursa saham terbesar di dunia.
- Berapa posisi BEI saat ini di bursa dunia?
- Saat ini, kapitalisasi pasar BEI berada di posisi ke-19 dunia, sementara dari sisi nilai transaksi menempati peringkat ke-17. BEI menargetkan untuk naik ke jajaran 10 besar bursa dunia pada 2030 melalui empat pilar strategi yang telah ditetapkan direksi baru.
- Apa saja target utama BEI untuk tahun 2030?
- Target utama BEI untuk 2030 meliputi: kapitalisasi pasar Rp30.000 triliun, rata-rata nilai transaksi harian Rp31 triliun, lebih dari 1.100 perusahaan tercatat, 35 juta investor pasar modal, dan rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB di atas 83%.
Sumber
Tentang penulis

Tim Redaksi Kolektif
Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.
Baca juga
Saham Chip Kuasai Porsi Rekor di S&P 500, Picu Kekhawatiran Konsentrasi Pasar
Bobot saham semikonduktor di indeks S&P 500 melonjak ke level rekor di tengah ledakan kecerdasan buatan, memicu kekhawatiran konsentrasi pasar dan valuasi yang dinilai sudah mahal.
Harga Emas Menuju Kuartal Terburuk Sejak 2013, Ini Pemicunya
Harga emas anjlok dan berada di jalur penurunan kuartalan terburuk dalam 13 tahun. Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan menguatnya dolar AS menekan logam mulia yang biasanya menjadi aset aman.
Citadel: Pasar Remehkan Tekad Ketua Fed Kevin Warsh Tekan Inflasi
Citadel Securities menilai investor meremehkan komitmen Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menurunkan inflasi ke target 2 persen. Suku bunga diperkirakan bertahan tinggi lebih lama, menjadi tantangan bagi saham bervaluasi tinggi termasuk reli berbasis AI.
Potongan Komisi Ojol 8% Hanya untuk Roda Dua, Taksi Online Belum
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pembatasan komisi maksimal 8% dari aplikator baru berlaku untuk ojek online roda dua, sementara taksi online belum diatur serupa.
Pemerintah Suntik Likuiditas Rp 281 T ke Bank BUMN
Pemerintah mengembalikan dana Rp 281 triliun ke bank BUMN untuk menjaga likuiditas dan mendorong pertumbuhan kredit hingga akhir 2026, dengan tambahan Rp 100 triliun dalam posisi siaga.




