Lompat ke konten utama
sorotutama

OJK Respons Review MSCI 2026: Mayoritas Aksesibilitas Pasar Terjaga

Regulator menegaskan dari 18 kriteria, hanya satu aspek yang turun nilainya, yakni Information Flow. Status Emerging Market Indonesia tetap dipertahankan MSCI.

Oleh Redaksi Sorot Utama2 menit baca
OJK Respons Review MSCI 2026: Mayoritas Aksesibilitas Pasar Terjaga
Foto: AGUNG ANOM via Pexels

Ringkasan

OJK memberikan penjelasan resmi atas hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menurunkan penilaian aspek Information Flow. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyatakan mayoritas dari 18 kriteria aksesibilitas pasar modal Indonesia tetap terjaga, dengan 10 kriteria memperoleh nilai tertinggi dan status Emerging Market tetap dipertahankan.

Daftar isi▶ buka

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penjelasan lengkap terkait hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menegaskan bahwa mayoritas aspek aksesibilitas pasar modal Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, Jumat (19/6/2026).

Dari lima segmen Market Accessibility yang terdiri atas 18 kriteria penilaian, sebanyak 10 kriteria memperoleh nilai "++" atau kategori tertinggi yang menunjukkan Indonesia telah memenuhi praktik terbaik global dan tidak memiliki isu material. Sementara enam kriteria memperoleh nilai "+" dan dua kriteria mendapat nilai "-", yakni Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level. Perubahan penilaian pada review tahun ini hanya terjadi pada aspek Information Flow.

Pengakuan Terhadap Reformasi

Hasan Fawzi mengatakan MSCI tetap memberikan pengakuan terhadap sejumlah perbaikan yang telah dilakukan Indonesia. Salah satunya adalah berkurangnya sejumlah catatan terkait liberalisasi pasar valuta asing atau Foreign Exchange Market Liberalization Level, meskipun aspek tersebut masih dinilai memerlukan peningkatan lebih lanjut.

Menanggapi kritik MSCI terkait transparansi pasar, OJK mengungkapkan berbagai reformasi yang telah dan sedang dijalankan dalam beberapa bulan terakhir. Reformasi tersebut mencakup peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, peningkatan kapasitas surveillance dan pengawasan perdagangan, hingga penyempurnaan regulasi untuk mendukung transparansi dan perlindungan investor.

OJK juga menyebut berbagai langkah reformasi tersebut telah memperoleh pengakuan dari penyedia indeks global, termasuk MSCI dan FTSE Russell. Bahkan sejumlah kebijakan yang diterapkan Indonesia mulai digunakan sebagai salah satu variabel dalam penentuan konstituen indeks maupun kebijakan investasi investor global.

Status dan Langkah ke Depan

Meski mendapat penurunan penilaian pada satu aspek, Indonesia tetap berstatus Emerging Market dalam MSCI dan mayoritas indikator aksesibilitas pasar masih memperoleh penilaian positif. OJK menegaskan akan terus memperkuat dialog dengan MSCI, FTSE Russell, serta investor global untuk memastikan reformasi yang telah dilakukan dapat dipahami secara komprehensif oleh komunitas investasi internasional.

"OJK memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan," ujar Hasan dalam keterangan resminya.

Hasan melanjutkan bahwa penguatan transparansi pasar, integritas pasar, dan kualitas informasi merupakan proses yang berkelanjutan. Karena itu, hasil review MSCI akan menjadi salah satu referensi penting bagi regulator dalam menentukan prioritas program pengembangan pasar modal ke depan. OJK menilai catatan MSCI terkait Information Flow merupakan masukan yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini tengah dijalankan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Implikasi dan Konteks

Secara umum, hasil review MSCI tahun ini menunjukkan bahwa aksesibilitas pasar modal Indonesia masih dalam kondisi solid meski ada satu aspek yang perlu diperbaiki. Perlu dicermati bahwa penilaian Information Flow berkaitan erat dengan transparansi dan kualitas data pasar, area yang memang menjadi fokus reformasi struktural OJK dalam beberapa bulan terakhir. Respons regulator yang konstruktif dan terukur ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia sambil terus mendorong perbaikan berkelanjutan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa hasil utama MSCI Global Market Accessibility Review 2026 untuk Indonesia?
MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow. Namun dari 18 kriteria yang dinilai, 10 kriteria memperoleh nilai tertinggi (++), enam kriteria mendapat nilai (+), dan hanya dua kriteria mendapat nilai (-), yakni Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level. Status Indonesia sebagai Emerging Market tetap dipertahankan.
Bagaimana respons OJK terhadap penurunan penilaian aspek Information Flow?
OJK memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Regulator menyatakan telah menjalankan berbagai reformasi terkait transparansi pasar, termasuk peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, dan peningkatan kapasitas surveillance. OJK akan terus memperkuat dialog dengan MSCI, FTSE Russell, dan investor global sambil menjadikan hasil review sebagai referensi prioritas pengembangan pasar modal ke depan.

Sumber

  1. Disarikan dari CNBC Indonesia Market
#Pasar Modal#OJK#Msci#Reformasi Pasar

Tentang penulis

Tim redaksi di ruang kerja editorial
Redaksi Sorot Utama

Tim Redaksi Kolektif

Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.

Baca juga