Lompat ke konten utama
sorotutama

Putin Akui Rusia Kekurangan BBM Akibat Serangan Drone Ukraina

Untuk pertama kalinya, Presiden Vladimir Putin mengakui Rusia menghadapi defisit bahan bakar setelah gelombang serangan drone Ukraina menghantam kilang-kilang minyaknya. Moskow telah melarang ekspor bensin dan mempertimbangkan larangan ekspor solar.

Oleh Reza Pradana3 menit baca
Ilustrasi kilang minyak dan stasiun pengisian bahan bakar
Foto: Jakub Pabis via Pexels

Ringkasan

Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya mengakui negaranya mengalami defisit bahan bakar akibat gelombang serangan drone jarak jauh Ukraina ke kilang minyak. Dalam wawancara dengan televisi pemerintah pada Minggu, 28 Juni 2026, Putin menyebut kekurangan itu bersifat sementara dan menegaskan pemerintah menambah impor, mempercepat perbaikan kilang, serta melarang ekspor bensin dan bahan bakar penerbangan. Sejumlah wilayah seperti Irkutsk membatasi pembelian BBM hingga 50 liter per kendaraan per hari.

Daftar isi▶ buka

Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui bahwa negaranya mengalami kekurangan bahan bakar akibat gelombang serangan drone jarak jauh Ukraina yang menargetkan kilang minyak dan infrastruktur energi strategis Rusia. Pengakuan ini menjadi salah satu indikasi paling jelas bahwa kampanye serangan jarak jauh Ukraina mulai menekan sektor energi yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan negara Rusia.

Pengakuan Putin

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Rusia pada Minggu, 28 Juni 2026, Putin mengakui adanya defisit bahan bakar, tetapi menegaskan pemerintah sedang menanganinya. Menurut laporan media internasional, ia menyebut masih ada antrean di SPBU dan jenis bensin yang tepat tidak selalu tersedia. Putin menyatakan kekurangan itu bersifat sementara dan berjanji memperkuat perlindungan fasilitas minyak serta meningkatkan produksi bahan bakar.

Serangan drone Ukraina ke kilang minyak

Serangan drone Ukraina dalam beberapa bulan terakhir semakin intensif dan berhasil menghantam sejumlah kilang minyak besar, terminal ekspor, hingga fasilitas penyimpanan bahan bakar di berbagai wilayah Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan pasukannya kembali menyerang dua kilang minyak Rusia, masing-masing di wilayah Krasnodar dan Yaroslavl.

Menurut estimasi kantor berita Reuters, serangan tersebut telah menghilangkan sekitar 25 persen kapasitas produksi bensin Rusia, sementara volume pengolahan minyak secara keseluruhan dilaporkan turun ke level terendah dalam 21 tahun. Kyiv menyatakan operasi ini bertujuan mengurangi kemampuan Rusia membiayai perang melalui sektor energi sekaligus mengganggu rantai logistik militernya.

Krisis bahan bakar Rusia sebenarnya telah berlangsung sejak pertengahan 2025, ketika serangan drone Ukraina ke kilang-kilang minyak meningkat tajam dan menyebabkan penurunan signifikan produksi bahan bakar olahan. Tekanan itu kian berat memasuki Juni 2026, ditandai antrean panjang di SPBU dan pembatasan penjualan yang meluas ke banyak wilayah.

Dampak di dalam negeri

Dampaknya mulai terasa bagi warga. Sejumlah wilayah Rusia memberlakukan pembatasan penjualan bensin. Di wilayah Irkutsk, Siberia, Gubernur Igor Kobzev mengumumkan pembelian bahan bakar dibatasi maksimal 50 liter per kendaraan per hari di SPBU milik negara. Menurut laporan media, setidaknya 15 wilayah Rusia telah menerapkan pembatasan serupa, dan antrean di sejumlah SPBU dilaporkan memanjang.

Pembatasan dan kelangkaan ini menjadi tantangan langsung bagi warga maupun pelaku usaha yang bergantung pada bahan bakar untuk transportasi dan distribusi barang, sekaligus menambah beban logistik di dalam negeri.

Langkah pemerintah Rusia

Putin menyatakan pemerintah telah mengambil sejumlah langkah, termasuk menambah impor bahan bakar dan mempercepat perbaikan kilang yang rusak. Moskow juga telah memberlakukan larangan sementara ekspor bensin dan bahan bakar penerbangan untuk memprioritaskan kebutuhan domestik. Wakil Perdana Menteri Alexander Novak sebelumnya menyebut pemerintah sedang mempertimbangkan larangan total ekspor solar atau diesel. Putin memperkirakan produksi akan meningkat pada Juli.

Kenapa ini penting

Sektor energi selama ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara Rusia sekaligus penopang operasi militernya. Pengakuan Putin menunjukkan kampanye serangan jarak jauh Ukraina mulai memberi tekanan nyata pada infrastruktur energi Rusia. Gangguan pada produksi dan ekspor bahan bakar Rusia juga berpotensi memengaruhi pasar energi global, mengingat posisi Rusia sebagai salah satu produsen dan pengekspor minyak terbesar dunia.

Bagi Ukraina, menargetkan kilang dan infrastruktur energi merupakan bagian dari strategi melumpuhkan mesin perang Rusia tanpa harus mengandalkan serangan darat berskala besar. Sementara bagi Moskow, gangguan ini memaksa pemerintah memilih antara menjaga pasokan domestik atau mempertahankan pendapatan ekspor energi yang selama ini menopang anggaran negara.

Situasi masih berkembang. Sorot Utama akan memperbarui laporan ini seiring perkembangan dan verifikasi dari sumber resmi serta lembaga internasional.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa yang diakui Putin soal bahan bakar Rusia?
Putin untuk pertama kalinya mengakui Rusia mengalami defisit bahan bakar akibat serangan drone Ukraina ke kilang minyak, meski menyebutnya bersifat sementara dan menegaskan pemerintah menanganinya.
Apa penyebab kekurangan BBM di Rusia?
Gelombang serangan drone jarak jauh Ukraina yang menghantam kilang minyak dan infrastruktur energi Rusia, yang menurut estimasi Reuters menghilangkan sekitar 25 persen kapasitas produksi bensin.
Langkah apa yang diambil Rusia?
Menambah impor bahan bakar, mempercepat perbaikan kilang, melarang sementara ekspor bensin dan bahan bakar penerbangan, serta mempertimbangkan larangan ekspor solar.
Apa dampaknya bagi warga Rusia?
Sejumlah wilayah membatasi penjualan bensin, seperti Irkutsk yang membatasi 50 liter per kendaraan per hari, dengan antrean memanjang di SPBU.

Sumber

  1. CNBC - Putin’s fuel shortage admission signals growing strain on Russia’s energy infrastructure
  2. PBS NewsHour - Ukraine’s drone sets another Russian oil refinery ablaze as Putin admits fuel shortages
  3. RFE/RL - Putin Acknowledges Certain Shortages Of Energy Amid Ukrainian Attacks
  4. Kyiv Independent - Russian regions impose gasoline sales restrictions as strikes deepen fuel crisis
  5. Wikipedia - 2025 Russian fuel crisis
#Rusia#Ukraina#Vladimir Putin#Krisis Energi

Tentang penulis

Reza Pradana · Pemimpin Redaksi Sorot Utama
Reza Pradana

Pemimpin Redaksi

Reza Pradana adalah Pemimpin Redaksi Sorot Utama dengan fokus liputan politik, hukum, akuntabilitas lembaga negara, dan kebijakan publik. Penanggung jawab editorial untuk seluruh konten yang terbit, mengikuti Pedoman Editorial yang dipublikasikan terbuka.

Baca juga