Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Jadi 1,0%, Tertinggi Sejak 1995
Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,0% pada 16 Juni 2026, menandai level tertinggi dalam 31 tahun dan kenaikan pertama sejak Desember 2025.

Ringkasan
Bank Sentral Jepang (BoJ) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,0% pada Selasa, 16 Juni 2026. Ini adalah kenaikan pertama sejak Desember 2025 dan mencatatkan level suku bunga tertinggi Jepang dalam 31 tahun, tepatnya sejak 1995.
Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,0% pada Selasa, 16 Juni 2026. Langkah ini menandai kenaikan pertama sejak Desember 2025 dan mencatatkan level suku bunga tertinggi negara tersebut dalam 31 tahun, tepatnya sejak 1995.
Keputusan ini dilaporkan CNBC Indonesia berdasarkan pengumuman resmi BoJ. Kenaikan 25 basis poin membawa suku bunga acuan Jepang dari level sebelumnya 0,75% menjadi 1,0%, melanjutkan siklus pengetatan moneter yang dimulai bank sentral tersebut pada akhir 2025.
Konteks Kebijakan Moneter Jepang
Jepang selama puluhan tahun dikenal dengan kebijakan suku bunga ultra-rendah bahkan negatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kenaikan bertahap sejak Desember 2025 menandai perubahan arah signifikan dalam kebijakan moneter negara tersebut.
Level 1,0% kini menjadi yang tertinggi sejak 1995, mencerminkan keyakinan BoJ bahwa kondisi ekonomi domestik dan inflasi sudah cukup stabil untuk menopang normalisasi suku bunga. Secara umum di sektor moneter, langkah ini dapat memengaruhi aliran modal global, nilai tukar yen, dan dinamika pasar keuangan regional termasuk Indonesia.
Implikasi bagi Pasar Global dan Regional
Implikasinya, kenaikan suku bunga Jepang berpotensi memperkuat yen terhadap mata uang lain, termasuk rupiah, serta mengubah pola aliran investasi di Asia. Investor perlu mencermati dampak lanjutan terhadap pasar obligasi, saham, dan komoditas di kawasan.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa suku bunga 1,0% masih relatif rendah dibandingkan banyak negara maju lainnya. Normalisasi kebijakan BoJ ini mencerminkan kepercayaan terhadap pemulihan ekonomi Jepang, namun juga menimbulkan tantangan baru bagi negara-negara berkembang yang bergantung pada modal asing.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Berapa suku bunga acuan Bank of Japan saat ini?
- Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuan menjadi 1,0% pada 16 Juni 2026, setelah kenaikan 25 basis poin. Ini adalah level tertinggi dalam 31 tahun, sejak 1995.
- Kapan terakhir kali BoJ menaikkan suku bunga sebelum Juni 2026?
- Kenaikan suku bunga pada 16 Juni 2026 adalah yang pertama sejak Desember 2025, menandai kelanjutan siklus pengetatan moneter yang dimulai akhir tahun lalu.
Sumber
Tentang penulis

Tim Redaksi Kolektif
Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.
Baca juga
Bank of Japan Naikkan Suku Bunga Acuan ke 1%, Tertinggi 31 Tahun
Bank of Japan menaikkan suku bunga acuan menjadi 1% dari 0,75%, level tertinggi sejak 1995, sebagai langkah normalisasi kebijakan moneter di tengah tekanan inflasi akibat konflik Timur Tengah.
Panduan Lengkap Kerja ke Luar Negeri Resmi: SIAPkerja, Dokumen Wajib, dan Modus Calo Ilegal
Sistem satu kanal BP2MI kini wajib untuk semua pekerja migran Indonesia, pahami alur resmi, dokumen yang diperlukan, dan modus penipuan yang mengancam keselamatan dan hak Anda.
Panduan Lengkap Bekerja ke Luar Negeri: Prosedur Resmi dan Cara Hindari Calo Ilegal
Dari pendaftaran SIAPkerja hingga perlindungan hukum di negara tujuan, semua yang perlu diketahui calon pekerja migran Indonesia.
Aksesi Indonesia ke OECD: Jalan Panjang Menuju Klub Negara Maju
Proses keanggotaan OECD membuka peluang investasi dan kredibilitas global, namun menuntut reformasi struktural yang tidak mudah.
Fungsi APEC dan Manfaatnya bagi Indonesia di Era Ekonomi Global
Forum APEC yang menaungi 21 negara Asia-Pasifik menjadi wadah strategis bagi Indonesia untuk memperluas peluang ekonomi, perdagangan bebas, dan kerja sama internasional.




