Lompat ke konten utama
sorotutama

BRIN Usung Hybrid Eco-Engineering untuk Selamatkan Pantura dari Abrasi

BRIN berkoordinasi dengan BOPPJ merencanakan demplot breakwater 100 meter di Pantai Sederhana Bekasi, diintegrasikan dengan penanaman mangrove sebagai solusi perlindungan pesisir berkelanjutan.

Oleh Redaksi Sorot Utama3 menit baca
BRIN Usung Hybrid Eco-Engineering untuk Selamatkan Pantura dari Abrasi
Foto: Đan Thy Nguyễn Mai via Pexels

Ringkasan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengusung konsep Hybrid Eco-Engineering untuk melindungi Pantai Utara Jawa dari ancaman abrasi. Rencana pembangunan demonstration plot breakwater sepanjang 100 meter di Pantai Sederhana, Bekasi, akan diintegrasikan dengan penanaman mangrove. Proposal riset telah disetujui dan finalisasi anggaran diharapkan rampung dalam satu hingga dua minggu.

Daftar isi▶ buka

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengusung konsep Hybrid Eco-Engineering untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa yang menghadapi ancaman abrasi. Upaya ini dilakukan di tengah rencana pembangunan proyek Giant Sea Wall Teluk Jakarta yang ditargetkan mulai memasuki tahap groundbreaking pada Oktober 2026.

Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Dinar Catur Istiyanto, menyatakan strategi perlindungan pesisir perlu diarahkan pada pendekatan yang berkelanjutan dan terintegrasi. Menurutnya, pembangunan struktur keras (hard structure) perlu dikombinasikan dengan solusi berbasis alam yang sesuai dengan kebutuhan lokal agar lebih efektif dalam jangka panjang.

Demplot Breakwater di Pantai Sederhana Bekasi

BRIN telah berkoordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) dan menyepakati rencana lokasi riset berupa pembangunan demonstration plot (demplot) breakwater di Pantai Sederhana, Bekasi. Lokasi ini disesuaikan dengan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) yang telah ada.

"Di sana, kami mengusung konsep Hybrid Eco-Engineering," kata Dinar dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026). BRIN mengusulkan pembangunan breakwater sepanjang 100 meter dengan lapis lindung BRINlock yang kemudian akan diintegrasikan dengan penanaman mangrove.

Guna mendukung implementasi fisik ini, kesiapan data teknis terus dikejar. "Saat ini, kami perlu melakukan pengukuran batimetri dan pengumpulan data tanah. Proposal risetnya sendiri sudah disetujui, dan kami sedang menunggu finalisasi persetujuan anggaran yang diharapkan rampung dalam satu hingga dua minggu ke depan," tambah Dinar.

Dinar menyebut rencana kerja sama yang saat ini berjalan mencakup potensi produksi unit lapis lindung BRINlock dengan PT Semen Indonesia (Persero) atau BUMN konstruksi lainnya.

Ancaman dari Pembukaan Lahan Tambak

Perekayasa Ahli Madya PRTH BRIN, Khusnul Setia Wardani, sebagai Koordinator untuk implementasi demplot rehabilitasi mangrove, menegaskan ancaman terhadap kelestarian kawasan pesisir seperti di Muara Gembong tidak hanya datang dari faktor alam.

"Banyaknya pengajuan pembukaan lahan untuk area tambak menjadi tantangan tersendiri. Studi kami menunjukkan kerusakan mangrove di lapangan tidak semata-mata diakibatkan oleh hantaman gelombang laut, melainkan dipicu oleh pembukaan tambak-tambak tersebut," tegas Khusnul.

Ia menekankan perlunya kajian mendalam yang komprehensif mengenai zonasi dan spesifikasi vegetasi sebelum konstruksi masif dilakukan. "Sangat penting bagi kita untuk melakukan kajian mendalam mengenai spesifikasi yang sesuai, mulai dari pemilihan jenis mangrove yang tepat hingga penentuan jarak aman yang ideal antara posisi hutan mangrove dengan struktur tanggul," jelasnya.

Sebagai referensi keberhasilan, Khusnul membagikan studi kasus transisi ekologi di Losarang, Indramayu. Pembangunan tanggul di wilayah tersebut berhasil memicu sedimentasi yang memperlambat arus, sehingga mendorong pertumbuhan mangrove baru secara alami.

BOPPJ Siap Integrasikan Rekomendasi BRIN

Merespons paparan dari para peneliti BRIN, pihak BOPPJ menyatakan kesiapannya untuk mengintegrasikan rekomendasi riset tersebut ke dalam rencana tata ruang wilayah Teluk Jakarta. Deputi I BOPPJ, Sawarendro, menekankan langkah konkret akan segera diambil untuk menyelaraskan kondisi di lapangan.

"Kami akan segera melakukan pengumpulan serta pemetaan data untuk area mangrove dan tambak. Selanjutnya, data tersebut akan dituangkan ke dalam peta layout dan cross section untuk dimasukkan secara resmi ke dalam perencanaan wilayah Teluk Jakarta," ungkap Sawarendro.

Selain fokus pada Teluk Jakarta, Sawarendro juga menyoroti tantangan di segmen Kendal-Semarang-Rembang. Penurunan tanah (land subsidence) di wilayah tersebut masih terus terjadi meskipun penggunaan air tanah telah dibatasi. Untuk itu, ia berharap BRIN dapat memberikan telaah teknis mengenai pengelolaan kolam retensi, area water treatment, serta kajian faktor tektonik dan geologi yang memengaruhi wilayah Pantura.

Terkait infrastruktur tanggul di Semarang, Sawarendro menyatakan penggunaan struktur BRINlock di depan tanggul memiliki konsep pemecah gelombang yang efisien sehingga tidak memerlukan kekuatan struktur yang berlebihan.

Implikasi dan Tantangan ke Depan

Konsep Hybrid Eco-Engineering yang diusung BRIN menggabungkan pendekatan struktural dan ekologis, mencerminkan upaya menyeimbangkan kebutuhan perlindungan pesisir dengan kelestarian lingkungan. Integrasi breakwater dengan penanaman mangrove diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan struktur keras semata.

Namun, tantangan tidak hanya datang dari sisi teknis dan anggaran. Tekanan dari aktivitas ekonomi seperti pembukaan lahan tambak menunjukkan perlunya koordinasi lintas sektor dan penegakan zonasi yang konsisten. Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada sinkronisasi antara riset, implementasi lapangan, dan komitmen berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kawasan pesisir Pantura.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu konsep Hybrid Eco-Engineering yang diusung BRIN untuk Pantura?
Hybrid Eco-Engineering adalah pendekatan perlindungan pesisir yang menggabungkan struktur keras (hard structure) seperti breakwater dengan solusi berbasis alam seperti penanaman mangrove. BRIN merencanakan pembangunan demplot breakwater sepanjang 100 meter dengan lapis lindung BRINlock di Pantai Sederhana, Bekasi, yang akan diintegrasikan dengan penanaman mangrove untuk memberikan perlindungan pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Kapan proyek demplot breakwater BRIN di Bekasi akan dimulai?
Proposal riset untuk pembangunan demplot breakwater di Pantai Sederhana, Bekasi, sudah disetujui. BRIN sedang menunggu finalisasi persetujuan anggaran yang diharapkan rampung dalam satu hingga dua minggu ke depan. Saat ini, BRIN masih perlu melakukan pengukuran batimetri dan pengumpulan data tanah untuk mendukung implementasi fisik proyek tersebut.

Sumber

  1. Disarikan dari CNBC Indonesia Tech
#Brin#Pantura#Abrasi#Infrastruktur

Tentang penulis

Tim redaksi di ruang kerja editorial
Redaksi Sorot Utama

Tim Redaksi Kolektif

Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.

Baca juga