Lompat ke konten utama
sorotutama

22 BUMN Cetak Laba Positif, Pupuk Indonesia Melesat 202 Persen

Kinerja BUMN di bawah BPI Danantara menunjukkan capaian positif periode April 2025-April 2026, dengan sejumlah perusahaan mencatat pertumbuhan laba ratusan persen dan beberapa lainnya berbalik untung setelah restrukturisasi.

Oleh Redaksi Sorot Utama3 menit baca
22 BUMN Cetak Laba Positif, Pupuk Indonesia Melesat 202 Persen
Foto: Dhenny Napitupulu via Pexels

Ringkasan

Sebanyak 22 BUMN yang dikelola BPI Danantara mencatat pertumbuhan laba periode April 2025-April 2026. Pupuk Indonesia tumbuh 202 persen, Pertamina naik 80 persen, sementara Krakatau Steel, LEN, dan Kimia Farma berbalik untung setelah restrukturisasi dan capital support.

Kinerja perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pengelolaan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menunjukkan capaian positif untuk periode April 2025 hingga April 2026. Sebanyak 22 BUMN tercatat membukukan laba dengan pertumbuhan signifikan, beberapa di antaranya mencapai ratusan persen, sementara sejumlah perusahaan lain berhasil berbalik untung setelah menjalani restrukturisasi dan mendapat dukungan modal.

Berdasarkan data yang dihimpun, Pertamina mencatat kenaikan laba sebesar Rp 11 triliun menjadi Rp 24,9 triliun, atau tumbuh 80 persen. MIND ID naik Rp 3,3 triliun menjadi Rp 14,1 triliun (31 persen), sementara Pupuk Indonesia mencatatkan lompatan tertinggi dengan kenaikan Rp 3,2 triliun menjadi Rp 4,8 triliun, setara pertumbuhan 202 persen.

Di sektor perbankan, Bank BRI membukukan laba Rp 21,2 triliun, naik Rp 2,8 triliun atau 15 persen. Bank Mandiri tumbuh 13 persen dengan laba Rp 21,3 triliun, naik Rp 2,5 triliun. Bank BTN mencatat pertumbuhan paling mencolok di antara bank BUMN dengan kenaikan laba Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,4 triliun, atau melonjak 1.339 persen. Bank Syariah Indonesia (BSI) naik 18 persen menjadi Rp 2,8 triliun, sementara Bank BNI tumbuh 6 persen menjadi Rp 7,2 triliun.

Sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi berhasil berbalik untung. Krakatau Steel, yang sebelumnya mencatat kerugian Rp 981 miliar, kini membukukan laba Rp 635 miliar setelah menjalani restrukturisasi dan mendapat capital support dari Danantara. LEN juga berbalik untung Rp 314 miliar dari posisi rugi Rp 228 miliar, berkat capital support serupa.

Kimia Farma yang sebelumnya rugi Rp 160 miliar kini mencatat laba Rp 108 miliar setelah restrukturisasi dan capital support. Semen Indonesia berbalik untung Rp 106 miliar dari kerugian Rp 66 miliar setelah transformasi bisnis oleh Danantara. Agrinas Pangan dan Danareksa juga mencatat pembalikan kinerja, dari rugi menjadi untung masing-masing Rp 465 miliar dan Rp 43 miliar.

Kinerja Sektor Jasa dan Infrastruktur

Di sektor jasa keuangan non-bank, Pegadaian mencatat kenaikan laba Rp 2 triliun menjadi Rp 4,3 triliun, tumbuh 87 persen. Pelindo membukukan laba Rp 1,5 triliun, naik Rp 900 miliar atau 169 persen. Hutama Karya tumbuh 40 persen dengan laba Rp 628 miliar, naik Rp 180 miliar.

BUMN lainnya yang mencatat pertumbuhan positif antara lain Injourney dengan laba Rp 300 miliar (naik 33 persen), ADHI Karya Rp 69 miliar (naik 667 persen), Sucofindo Rp 151 miliar (naik 49 persen), ID Survey Rp 265 miliar (naik 10 persen), dan Surveyor Indonesia Rp 78 miliar (naik 10 persen).

Transformasi di Bawah BPI Danantara

Capaian ini mempertegas transformasi perusahaan negara di bawah BPI Danantara yang berjalan semakin terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil. Sejumlah BUMN yang sebelumnya mengalami kesulitan keuangan kini menunjukkan perbaikan kinerja signifikan setelah mendapat intervensi berupa restrukturisasi, transformasi bisnis, dan capital support dari Danantara.

Secara umum, performa positif ini menunjukkan bahwa pengelolaan BUMN di bawah holding investasi negara mulai membuahkan hasil. Implikasinya, strategi konsolidasi dan dukungan modal yang terukur dapat menjadi model pengelolaan BUMN yang lebih efisien dan menguntungkan ke depan. Perlu dicermati apakah tren positif ini dapat dipertahankan dalam jangka panjang, terutama mengingat dinamika ekonomi global dan tantangan struktural di sejumlah sektor.

Transformasi BUMN di bawah Danantara juga mencerminkan upaya pemerintah untuk meningkatkan tata kelola korporasi (good corporate governance) dan efisiensi operasional perusahaan pelat merah. Dengan kinerja yang terus membaik, diharapkan BUMN dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

BUMN mana yang mencatat pertumbuhan laba tertinggi periode April 2025-April 2026?
Pupuk Indonesia mencatat pertumbuhan laba tertinggi sebesar 202 persen, dengan laba naik Rp 3,2 triliun menjadi Rp 4,8 triliun. Di sektor perbankan, Bank BTN tumbuh 1.339 persen dengan laba naik Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,4 triliun.
BUMN mana saja yang berhasil berbalik untung setelah restrukturisasi?
Krakatau Steel berbalik untung Rp 635 miliar dari rugi Rp 981 miliar, LEN untung Rp 314 miliar dari rugi Rp 228 miliar, Kimia Farma untung Rp 108 miliar dari rugi Rp 160 miliar, dan Semen Indonesia untung Rp 106 miliar dari rugi Rp 66 miliar, semuanya setelah restrukturisasi dan capital support dari Danantara.
Apa peran BPI Danantara dalam transformasi kinerja BUMN?
BPI Danantara mengelola BUMN secara terukur, transparan, dan berorientasi hasil. Danantara memberikan capital support dan melakukan restrukturisasi serta transformasi bisnis pada BUMN yang mengalami kesulitan, sehingga sejumlah perusahaan berhasil berbalik untung dan meningkatkan kinerja secara signifikan.

Sumber

  1. Disarikan dari CNBC Indonesia Market
#BUMN#Danantara#Laba Korporasi#Ekonomi Indonesia

Tentang penulis

Tim redaksi di ruang kerja editorial
Redaksi Sorot Utama

Tim Redaksi Kolektif

Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.

Baca juga