Lompat ke konten utama
sorotutama

BI Proyeksi Rupiah Menguat ke Rp16.800-17.500 per Dolar AS di 2027

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap lima strategi penguatan rupiah dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, ditopang perbaikan ekonomi global dan kebijakan DHE SDA.

Oleh Redaksi Sorot Utama2 menit baca
BI Proyeksi Rupiah Menguat ke Rp16.800-17.500 per Dolar AS di 2027
Foto: Tony Began via Pexels

Ringkasan

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan proyeksi nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800-17.500 per dolar AS sepanjang 2027, didukung lima strategi meliputi perbaikan ekonomi global, kebijakan DHE SDA, penguatan instrumen stabilisasi devisa, koordinasi dengan pemerintah, dan kebijakan moneter-makroprudensial.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan proyeksi nilai tukar rupiah akan menguat ke kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS sepanjang 2027. Proyeksi ini tertuang dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (10 Juni 2026).

Perry mengungkapkan lima alasan utama mengapa bank sentral yakin rupiah akan bertahan di bawah Rp18.000 per dolar AS pada tahun depan. Keyakinan ini ditopang oleh kombinasi faktor eksternal dan internal, serta koordinasi kebijakan antara BI dan pemerintah.

Lima Strategi Penguatan Rupiah

Pertama, BI meyakini ekonomi dunia akan membaik pada 2027. "Dan karenanya mendorong portofolio yang sekarang baik, neraca pembayaran yang tetap sehat dan defisit transaksi berjalan yang lebih rendah. Demikian pula imbal hasil yang investasi di Indonesia yang tetap menarik dan pasar keuangan yang berkembang," ujar Perry dalam rapat kerja tersebut. Perbaikan kondisi global diharapkan mengurangi gejolak dan persepsi risiko investasi.

Kedua, penguatan rupiah akan didukung oleh aturan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) yang baru dan kebijakan satu pintu ekspor komoditas melalui PT Danatara Sumberdaya Indonesia (DSI). Perry menegaskan kebijakan ini tidak hanya memengaruhi penerimaan negara untuk pembiayaan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan cadangan devisa.

Ketiga, BI akan memperkuat seluruh instrumen untuk menjaga stabilitas dan memperkuat nilai tukar rupiah. Upaya ini mencakup menjaga kecukupan devisa dan eksekusi transaksi forward di dalam dan luar negeri. BI juga akan memperluas instrumen dan transaksi di pasar valuta asing dalam negeri, serta memastikan kecukupan valuta asing di perbankan dan cadangan devisa.

Keempat, BI akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tetap menarik sehingga aliran modal asing terus masuk ke pasar Indonesia. Perry menyampaikan bahwa dirinya dan Menteri Keuangan telah menyampaikan kepada publik pada 6 Juni 2026 tentang koordinasi erat dalam memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dengan meningkatkan daya tarik imbal hasil untuk mendorong aliran investasi modal asing.

Kelima, BI akan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui kebijakan moneter dan makroprudensial. Koordinasi ini juga mencakup upaya menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Implikasi bagi Stabilitas Ekonomi

Proyeksi penguatan rupiah ke kisaran Rp16.800-17.500 per dolar AS menunjukkan keyakinan otoritas terhadap stabilitas ekonomi makro Indonesia di tengah dinamika global. Secara umum, nilai tukar yang stabil di bawah Rp18.000 per dolar AS dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor, mengurangi tekanan inflasi impor, serta menjaga daya beli masyarakat.

Namun perlu dicermati, realisasi proyeksi ini sangat bergantung pada kondisi ekonomi global yang memang membaik sesuai asumsi, efektivitas implementasi kebijakan DHE SDA dan ekspor komoditas melalui PT DSI, serta konsistensi koordinasi antara BI dan pemerintah dalam menjaga daya tarik investasi. Faktor-faktor eksternal seperti kebijakan moneter bank sentral global dan dinamika geopolitik juga akan memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang 2027.

Kombinasi kebijakan moneter, makroprudensial, dan fiskal yang terkoordinasi menjadi kunci dalam mewujudkan target stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa proyeksi nilai tukar rupiah yang disampaikan BI untuk tahun 2027?
Bank Indonesia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS sepanjang tahun 2027, sebagaimana tertuang dalam dokumen KEM PPKF Tahun Anggaran 2027.
Apa saja lima strategi BI untuk menguatkan rupiah di 2027?
Lima strategi BI meliputi: (1) memanfaatkan perbaikan ekonomi dunia dan penurunan persepsi risiko investasi; (2) mendukung implementasi kebijakan DHE SDA dan ekspor komoditas melalui PT Danatara Sumberdaya Indonesia; (3) memperkuat instrumen stabilisasi devisa termasuk transaksi forward dan kecukupan cadangan devisa; (4) berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga daya tarik imbal hasil SBN; (5) mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan moneter dan makroprudensial.
Bagaimana kebijakan DHE SDA mendukung penguatan rupiah?
Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam yang baru dan kebijakan satu pintu ekspor komoditas melalui PT Danatara Sumberdaya Indonesia tidak hanya memengaruhi penerimaan negara untuk pembiayaan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan cadangan devisa yang memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

Sumber

  1. Disarikan dari CNBC Indonesia Market
#Bank Indonesia#Perry Warjiyo#nilai tukar rupiah#dolar AS#Kebijakan Moneter#DHE SDA

Tentang penulis

Tim redaksi di ruang kerja editorial
Redaksi Sorot Utama

Tim Redaksi Kolektif · Mengikuti Pedoman Editorial Sorot Utama

Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.

Baca juga