KEEN Menang Tender PLTA Pakkat 2 Sumut Rp1,8 T, Fokus Izin-Pendanaan
Kencana Energi Lestari (KEEN) memenangkan tender PLTA Pakkat 2 di Sumatra Utara berkapasitas 45 MW dengan nilai investasi USD 116 juta, kini fokus menyelesaikan tantangan konstruksi, perizinan, dan pendanaan.

Ringkasan
Emiten energi terbarukan Kencana Energi Lestari (KEEN) memenangkan tender Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pakkat 2 di Sumatra Utara dengan kapasitas 45 Megawatt dan nilai investasi USD 116 juta (sekitar Rp1,8 triliun). Direktur Keuangan KEEN, Giat Widjaja, menyebut proyek strategis ini kini memasuki tahap finalisasi lanjutan dengan fokus mengatasi tantangan konstruksi, perizinan, dan pendanaan.
Daftar isi▶ buka▼ tutup
PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), emiten yang bergerak di bidang energi baru dan terbarukan (EBT), berhasil memenangkan tender Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pakkat 2 di Sumatra Utara. Proyek ini memiliki kapasitas 45 Megawatt dengan nilai investasi mencapai USD 116 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.
Direktur Keuangan Kencana Energi Lestari, Giat Widjaja, menyatakan bahwa Proyek Pakkat 2 merupakan proyek strategis bagi perusahaan. Menurutnya, proyek berskala besar ini telah memasuki tahap finalisasi lanjutan untuk memastikan pembangunan berkualitas, tepat waktu, sesuai anggaran, dan berwawasan lingkungan.
Tantangan Konstruksi, Perizinan, dan Pendanaan
Dalam wawancara dengan CNBC Indonesia pada Rabu (10 Juni 2026), Giat Widjaja mengungkapkan bahwa PLTA Pakkat 2 menghadapi sejumlah tantangan yang menjadi pertimbangan serius perusahaan. Tantangan tersebut meliputi aspek konstruksi, perizinan, dan pendanaan proyek.
Ketiga aspek ini menjadi fokus utama manajemen KEEN dalam melakukan pembangunan PLTA Pakkat 2. Penyelesaian perizinan dan pengamanan skema pendanaan yang solid dipandang krusial untuk memastikan kelancaran eksekusi proyek infrastruktur energi terbarukan ini.
Konteks Industri Energi Terbarukan
Proyek PLTA Pakkat 2 merupakan bagian dari upaya pengembangan energi terbarukan di Indonesia, khususnya di Sumatra Utara yang memiliki potensi tenaga air cukup besar. Pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 45 MW diharapkan dapat berkontribusi pada pasokan listrik regional sekaligus mendukung target bauran energi baru terbarukan nasional.
Secara umum, proyek-proyek EBT skala besar seperti ini memerlukan koordinasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kementerian terkait, hingga lembaga pembiayaan. Kompleksitas perizinan dan kebutuhan modal besar menjadi karakteristik umum dalam pengembangan infrastruktur energi terbarukan di Indonesia.
Implikasi bagi KEEN dan Sektor EBT
Kemenangan tender ini menandai pencapaian penting bagi Kencana Energi Lestari dalam memperluas portofolio proyek energi terbarukan. Dengan nilai investasi USD 116 juta, proyek ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan dan aset perusahaan di masa mendatang, meskipun realisasi penuh bergantung pada penyelesaian tantangan-tantangan yang dihadapi.
Perlu dicermati bahwa keberhasilan eksekusi proyek infrastruktur energi terbarukan tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis konstruksi, tetapi juga pada kecepatan penyelesaian perizinan dan kepastian skema pembiayaan. Pengalaman industri menunjukkan bahwa kedua aspek ini kerap menjadi bottleneck dalam proyek-proyek serupa.
Manajemen KEEN tampaknya menyadari kompleksitas ini dan menempatkan pengelolaan risiko konstruksi, perizinan, dan pendanaan sebagai prioritas utama dalam fase finalisasi lanjutan proyek PLTA Pakkat 2.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Berapa nilai investasi proyek PLTA Pakkat 2 yang dimenangkan KEEN?
- Proyek PLTA Pakkat 2 di Sumatra Utara memiliki nilai investasi USD 116 juta (sekitar Rp1,8 triliun) dengan kapasitas pembangkit 45 Megawatt.
- Apa saja tantangan utama yang dihadapi KEEN dalam proyek PLTA Pakkat 2?
- Menurut Direktur Keuangan KEEN Giat Widjaja, tantangan utama meliputi aspek konstruksi, perizinan, dan pendanaan proyek. Ketiga aspek ini menjadi fokus perusahaan dalam tahap finalisasi lanjutan untuk memastikan proyek berkualitas, tepat waktu, sesuai anggaran, dan berwawasan lingkungan.
Sumber
Tentang penulis

Tim Redaksi Kolektif
Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.
Baca juga
IHSG Tembus 6.000, Dony Oskaria Ajak Jaga Optimisme
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menyambut positif penguatan IHSG ke level 6.000, menyebutnya bukti kepercayaan investor pada fundamental ekonomi Indonesia.
Ekonom Senior Jelaskan Perbedaan Fundamental Ekonomi dan Pasar Keuangan
Raden Pardede menyebut adanya data lag 3-6 bulan membuat fundamental ekonomi terlihat kuat, sementara dampak kenaikan harga dan BI Rate baru akan terasa kemudian.
Pasca BI Rate Naik 5,50%, Asing Masuk, Rupiah Tinggalkan Rp18.000
Investor asing merespons positif kenaikan BI Rate menjadi 5,50% dengan menempatkan modal di instrumen SRBI dan SBN, mendorong rupiah menguat ke kisaran Rp17.800-17.900 per dolar AS.
Asing Borong Saham Perbankan dan Komoditas saat IHSG Terkoreksi
Investor asing mencatatkan pembelian bersih di saham-saham perbankan dan komoditas meski IHSG melemah 0,28% ke level 5.886,03 pada perdagangan 11 Juni 2026.
Panduan Lengkap SBN Ritel: Investasi Syariah Pemerintah untuk Tujuan Jangka Menengah
Sukuk Ritel, ORI, dan instrumen SBN lainnya menawarkan imbal hasil tetap dengan jaminan negara, tapi bukan untuk dana darurat.




