IHSG Melesat 7,57%, Asing Borong TPIA Rp258 M & 9 Saham Lainnya
Meski investor asing catat net sell Rp2,45 triliun secara keseluruhan, mereka selektif membeli 10 saham tertentu dipimpin Chandra Asri Pacific senilai Rp258,36 miliar pada perdagangan Selasa (9/6/2026).

Ringkasan
IHSG mengakhiri koreksi dengan lonjakan 7,57% ke level 5.746,65 pada 9 Juni 2026. Nilai transaksi mencapai Rp28,01 triliun dengan 678 saham naik. Investor asing mencatat net sell Rp2,45 triliun di seluruh pasar, namun selektif membeli 10 saham tertentu dipimpin TPIA (Rp258,36 miliar), BUMI (Rp122,28 miliar), dan BBNI (Rp37,94 miliar).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rebound signifikan pada perdagangan Selasa (9/6/2026), melesat 7,57% ke level 5.746,65 setelah mengakhiri tren koreksi. Nilai transaksi mencapai Rp28,01 triliun, melibatkan 45,12 miliar saham dalam 2,71 juta kali transaksi. Sebanyak 678 saham naik, 89 turun, dan 48 stagnan.
Meski indeks terbang tinggi, investor asing justru mencatatkan penjualan bersih (net sell) jumbo sebesar Rp2,45 triliun di seluruh pasar dan Rp2,59 triliun di pasar reguler. Namun, asing juga melakukan pembelian bersih sebesar Rp142,19 miliar di pasar negosiasi dan tunai, mengindikasikan strategi selektif dalam memilih saham tertentu.
10 Saham Incar Investor Asing
Data Stockbit mencatat 10 saham dengan net foreign buy terbanyak pada perdagangan kemarin. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) memimpin dengan pembelian bersih asing senilai Rp258,36 miliar, disusul PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sebesar Rp122,28 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp37,94 miliar.
Berikut daftar lengkap 10 saham dengan net foreign buy terbanyak pada perdagangan Selasa (9/6/2026):
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp258,36 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp122,28 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp37,94 miliar
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp30,32 miliar
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) - Rp28,51 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp24,57 miliar
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp22,58 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) - Rp19,22 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) - Rp18,62 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp17,94 miliar
Pola Selektif di Tengah Sentimen Positif
Lonjakan IHSG sebesar 7,57% dalam satu sesi perdagangan tergolong signifikan dan mengindikasikan pemulihan sentimen pasar setelah periode koreksi. Nilai transaksi Rp28,01 triliun juga menunjukkan tingkat aktivitas yang tinggi, mencerminkan antusiasme pelaku pasar dalam merespons kondisi terkini.
Meski secara agregat investor asing masih melakukan aksi jual bersih yang besar, pembelian selektif pada 10 saham tertentu—terutama pada sektor petrokimia (TPIA), pertambangan batubara (BUMI, BRMS), perbankan (BBNI), dan konsumer (INDF)—menunjukkan strategi berburu nilai (value hunting) pada emiten-emiten tertentu yang dinilai menarik di tengah rebound pasar.
Perlu dicermati, dominasi TPIA dan BUMI dalam daftar net foreign buy mengindikasikan minat asing pada saham-saham komoditas dan industri dasar yang mungkin dipandang undervalued pasca koreksi. Sementara kehadiran BBNI dan INDF menunjukkan diversifikasi ke sektor defensif dan perbankan yang secara umum dianggap lebih stabil dalam kondisi volatilitas pasar.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Berapa kenaikan IHSG pada perdagangan 9 Juni 2026?
- IHSG naik 7,57% ke level 5.746,65 pada perdagangan Selasa (9/6/2026), dengan nilai transaksi mencapai Rp28,01 triliun melibatkan 45,12 miliar saham dalam 2,71 juta kali transaksi. Sebanyak 678 saham naik, 89 turun, dan 48 stagnan.
- Saham apa yang paling banyak dibeli investor asing saat IHSG naik 7,57%?
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi saham dengan net foreign buy terbesar senilai Rp258,36 miliar, disusul PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sebesar Rp122,28 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar Rp37,94 miliar pada perdagangan 9 Juni 2026.
- Berapa total net sell investor asing meski IHSG naik tinggi?
- Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp2,45 triliun di seluruh pasar dan Rp2,59 triliun di pasar reguler. Namun mereka melakukan pembelian bersih sebesar Rp142,19 miliar di pasar negosiasi dan tunai, menunjukkan strategi selektif pada saham-saham tertentu.
Sumber
Tentang penulis

Tim Redaksi Kolektif · Mengikuti Pedoman Editorial Sorot Utama
Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.
Baca juga
BI Rate Naik 5,50%, Bank Digital Bersiap Sesuaikan Bunga Deposito
Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,50%. Bank digital merespons dengan membuka potensi kenaikan bunga deposito dan memperkuat struktur dana murah.
BI Rate Naik 25 Bps Jadi 5,50%, Rupiah Menguat ke Rp 18.080/USD
Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,50% pada Selasa (9/6/2026). Pasar merespons positif dengan penguatan rupiah dan IHSG.
SLIK OJK: Panduan Lengkap Cek dan Perbaiki Skor Kredit Anda
Sistem Layanan Informasi Keuangan menentukan persetujuan pinjaman Anda — begini cara mengaksesnya secara gratis dan legal.
Rupiah Tembus Level Terlemah, Bank Jual Dolar AS Rp18.415
Rupiah melemah ke Rp18.100 per dolar AS pada Senin pagi, mencatatkan level terlemah sepanjang masa. Sejumlah bank memasang kurs jual hingga Rp18.415.
Panduan Lengkap Lapor SPT Tahunan 2025 via Coretax dan DJP Online
Tenggat 31 Maret mendekat — simak langkah lengkap, dokumen wajib, dan jenis formulir yang sesuai kategori penghasilan Anda.




