Panda Bond Dipastikan Perkuat Rupiah, Purbaya Akui Ada Pihak Tak Suka
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penerbitan Panda Bond berdenominasi yuan China akan memperkuat nilai tukar rupiah melalui skema Local Currency Transaction tanpa konversi ke dolar AS.

Ringkasan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penerbitan Panda Bond dengan skema Local Currency Transaction (LCT) akan memperkuat rupiah karena tidak memerlukan konversi ke dolar AS. Langkah diversifikasi surat utang ini diakui membuat sejumlah pihak tidak suka, namun dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dan memperkuat stabilitas kurs rupiah.
Daftar isi▶ buka▼ tutup
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penerbitan Panda Bond atau surat utang berdenominasi yuan China akan turut memperkuat nilai tukar rupiah. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI di Jakarta pada Senin (22/6/2026).
Purbaya menjelaskan, penguatan rupiah dimungkinkan karena konsep penerbitan Panda Bond akan menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT) yang tidak memerlukan konversi ke dolar Amerika Serikat. "Saya lagi pikir juga mungkin nanti penerbitan Panda Bond kita pakai LCT saja di mana mereka cuma bayarnya pakai yuan, bank central di sana sama di sini atur, pokoknya saya terima rupiah, jadi saya tidak terpengaruh fluktuasi atau tekanan dari dolar," ujar Purbaya.
Diversifikasi untuk Kurangi Dominasi Dolar
Menkeu menegaskan Panda Bond menjadi sangat strategis bagi pemerintah Indonesia karena menjadi bagian dari upaya diversifikasi surat utang pemerintah dengan tujuan akhir memperkuat stabilitas kurs rupiah. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pasar obligasi pemerintah dari dominasi dolar AS.
"Jangan dolar base saja, tapi ke yuan base kan sama besarnya itu negara kan, dia kedua terbesar di dunia dan kita punya bilateral swap agreement dengan China, local currency transaction, katanya BI dengan di sana. Jadi dengan cara itu tekanan ke rupiah akan melemah secara signifikan," papar Purbaya.
Akui Ada Pihak yang Tidak Suka
Meski begitu, Purbaya mengakui bahwa salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan dari dominasi dolar AS ini membuat sejumlah pihak tidak suka. "Mungkin ada yang enggak suka, tapi biar saja. Sebelah sana pasti enggak suka, ya biar saja biar seimbang," tegas Purbaya.
Pernyataan ini mengindikasikan adanya resistensi terhadap kebijakan diversifikasi mata uang dalam penerbitan surat utang pemerintah. Namun, Menteri Keuangan tampak teguh dengan rencana strategis ini demi kepentingan stabilitas ekonomi nasional.
Konteks dan Implikasi Kebijakan
Skema Local Currency Transaction memungkinkan transaksi bilateral antara Indonesia dan China dilakukan dalam mata uang masing-masing tanpa harus melalui dolar AS sebagai perantara. Secara umum, kebijakan ini dapat mengurangi eksposur risiko nilai tukar terhadap dolar dan memperkuat posisi rupiah dalam jangka panjang.
Perlu dicermati bahwa diversifikasi instrumen utang ke mata uang selain dolar merupakan strategi yang semakin banyak ditempuh negara berkembang untuk mengurangi kerentanan terhadap volatilitas dolar AS. Dengan memanfaatkan bilateral swap agreement dan LCT yang telah ada dengan China, pemerintah Indonesia berupaya menciptakan struktur pembiayaan yang lebih seimbang dan mengurangi tekanan terhadap rupiah.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Apa itu Panda Bond dan bagaimana pengaruhnya terhadap rupiah?
- Panda Bond adalah surat utang berdenominasi yuan China. Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, penerbitan Panda Bond akan memperkuat rupiah karena menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT) yang tidak memerlukan konversi ke dolar AS, sehingga mengurangi tekanan fluktuasi dolar terhadap rupiah.
- Apa tujuan pemerintah menerbitkan Panda Bond?
- Pemerintah menerbitkan Panda Bond sebagai bagian dari strategi diversifikasi surat utang untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat stabilitas kurs rupiah. Langkah ini memanfaatkan bilateral swap agreement dan Local Currency Transaction dengan China untuk menciptakan struktur pembiayaan yang lebih seimbang.
Sumber
Tentang penulis

Tim Redaksi Kolektif
Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.
Baca juga
Bank Indonesia Naikkan BI Rate 100 Bps, Destry Ungkap Alasannya
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan kenaikan BI Rate 100 Bps sejak Mei 2026 menjadi 5,75% sebagai langkah prioritas menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah tekanan global dan ketidakpastian geopolitik.
BI Rate Naik 5,75%, Purbaya Ungkap Strategi Kejar Pertumbuhan 6%
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin pemerintah akan menjaga likuiditas perekonomian dan memanfaatkan Pusat Investasi Pemerintah untuk pembiayaan UMKM guna mengejar target pertumbuhan ekonomi 6% di 2026 meski BI Rate terus naik.
Satgas Pasti OJK Tutup 27 Gadai dan 228 Pedagang Kripto Ilegal
Satgas Pasti OJK menghentikan operasi 27 entitas gadai swasta ilegal dan 228 pedagang aset kripto ilegal sepanjang April hingga Mei 2026, berdasarkan UU P2SK.
Cara Cek Legalitas Pinjol dan Melapor ke OJK: Panduan Lengkap
Panduan praktis mengecek status legal fintech lending, mengenali ciri pinjol ilegal, dan langkah melaporkan praktik tidak wajar ke otoritas.
Indonesia Ungguli India dan Korea dalam MSCI Accessibility Review 2026
Pasar modal Indonesia dinilai memiliki aksesibilitas lebih baik dibanding India, Korea, Taiwan, dan Thailand berdasarkan 18 kriteria MSCI, dengan 10 kriteria bernilai tertinggi.




