Asing Borong Saham Perbankan dan Komoditas saat IHSG Terkoreksi
Investor asing mencatatkan pembelian bersih di saham-saham perbankan dan komoditas meski IHSG melemah 0,28% ke level 5.886,03 pada perdagangan 11 Juni 2026.

Ringkasan
IHSG ditutup turun 0,28% ke posisi 5.886,03 pada 11 Juni 2026. Investor asing mencatatkan net sell Rp252,65 miliar secara keseluruhan, namun memburu saham perbankan seperti BBCA (net buy Rp387,96 miliar) dan BMRI (Rp36,41 miliar), serta saham komoditas seperti TPIA (Rp97,18 miliar) dan TLKM (Rp72,76 miliar).
Daftar isi▶ buka▼ tutup
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah setelah mengalami penguatan beruntun, ditutup turun 0,28% ke posisi 5.886,03 pada perdagangan 11 Juni 2026. Sebanyak 265 saham menguat, 419 saham melemah, dan 131 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp22,27 triliun.
Meski indeks terkoreksi, investor asing menunjukkan minat selektif pada sejumlah saham strategis. Secara keseluruhan, asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp252,65 miliar di seluruh pasar dan Rp260,61 miliar di pasar reguler. Namun tercatat aksi beli senilai Rp8,95 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Perbankan Jadi Incaran Utama
Saham perbankan menjadi tujuan utama aliran dana asing. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin daftar dengan nilai beli bersih mencapai Rp387,96 miliar, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp36,41 miliar. Dominasi pembelian di sektor perbankan ini mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap fundamental lembaga keuangan domestik.
Komoditas dan Infrastruktur Diminati
Di luar perbankan, minat asing juga terlihat pada saham-saham yang memiliki eksposur terhadap pemulihan ekonomi domestik dan siklus komoditas. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi incaran dengan net buy Rp97,18 miliar, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp72,76 miliar.
Dari sektor pertambangan dan energi, investor asing turut mengoleksi PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) senilai Rp58,48 miliar, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp55,89 miliar, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp28,69 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) Rp18,33 miliar, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) Rp11,04 miliar. Aksi ini mencerminkan masih kuatnya minat terhadap saham berbasis sumber daya alam di tengah pergerakan harga komoditas global yang relatif solid, sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia.
10 Saham dengan Net Foreign Buy Tertinggi
Mengutip data Stockbit, berikut 10 saham dengan pembelian bersih asing tertinggi pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Rp387,96 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA): Rp97,18 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM): Rp72,76 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS): Rp58,48 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM): Rp55,89 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI): Rp36,41 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI): Rp28,69 miliar
- PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC): Rp18,33 miliar
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT): Rp12,31 miliar
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR): Rp11,04 miliar
Analisis Pola Investasi
Pola pembelian asing yang selektif ini perlu dicermati sebagai indikator kepercayaan terhadap sektor-sektor tertentu. Meski secara neto asing masih mencatatkan penjualan, konsentrasi pembelian pada saham-saham perbankan besar dan komoditas menunjukkan strategi defensif sekaligus antisipasi terhadap siklus ekonomi. Implikasinya, sektor perbankan dan komoditas dapat menjadi penyangga stabilitas pasar di tengah volatilitas indeks.
Volume perdagangan mencapai 33,65 miliar saham dalam 2,37 juta kali transaksi, menunjukkan likuiditas pasar yang masih terjaga meski sentimen campuran mendominasi pelaku pasar.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Berapa posisi penutupan IHSG pada 11 Juni 2026?
- IHSG ditutup turun 0,28% ke posisi 5.886,03 pada perdagangan 11 Juni 2026, dengan nilai transaksi mencapai Rp22,27 triliun dan volume perdagangan 33,65 miliar saham.
- Saham apa yang paling banyak dibeli investor asing?
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin dengan net buy Rp387,96 miliar, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp97,18 miliar, PT Telkom Indonesia (TLKM) Rp72,76 miliar, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Rp58,48 miliar.
- Berapa total net sell asing di pasar pada hari tersebut?
- Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp252,65 miliar di seluruh pasar dan Rp260,61 miliar di pasar reguler, namun ada pembelian Rp8,95 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Sumber
Tentang penulis

Tim Redaksi Kolektif
Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.
Baca juga
Rupiah Menguat 0,61% ke Rp17.865 per Dolar AS, Jauh dari Level Rp18.000
Mata uang Garuda ditutup menguat pada Jumat (12/6/2026) seiring melemahnya dolar AS di pasar global, meski di tengah aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta.
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.865/US$, BI Sebut Respons Positif Pasar
Bank Indonesia mencatat rupiah terapresiasi 0,61% ke posisi Rp 17.865 per dolar AS pada penutupan Jumat (12/6/2026), didorong respons positif pasar terhadap kebijakan moneter termasuk kenaikan BI Rate menjadi 5,50%.
BI Catat Aliran Modal Asing Rp19,02 Triliun dalam Dua Hari
Bank Indonesia mencatat inflows modal asing signifikan pasca kenaikan BI Rate 50 bps, memperkuat posisi rupiah terhadap dolar AS.
Bank Dunia Soroti Dampak Isu MSCI terhadap Pasar Modal Indonesia
Pembekuan saham Indonesia dari indeks MSCI pada Januari 2026 memicu outflow asing USD 600 juta dan melemahkan rupiah, menurut laporan Bank Dunia.
IHSG Tembus 6.000, Dony Oskaria Ajak Jaga Optimisme
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menyambut positif penguatan IHSG ke level 6.000, menyebutnya bukti kepercayaan investor pada fundamental ekonomi Indonesia.




