IHSG Melesat 2,71% Meski Net Sell Asing Capai Rp5,57 Triliun
Indeks bangkit ke 5.902 didorong pembelian domestik, sementara asing agresif lepas saham perbankan jumbo dalam dua hari terakhir.

Ringkasan
IHSG menguat 2,71% ke level 5.902,37 pada 10 Juni 2026 meski investor asing mencatatkan net sell Rp5,57 triliun dalam dua hari. Saham perbankan seperti BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi sasaran utama pelepasan asing, namun pembelian domestik mendorong rebound indeks.
Daftar isi▶ buka▼ tutup
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,71% atau naik 155 poin ke posisi 5.902,37 pada perdagangan 10 Juni 2026, melanjutkan penguatan hari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah aksi jual bersih (net sell) investor asing yang semakin agresif, mencapai Rp5,57 triliun dalam dua hari terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data perdagangan sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia, investor asing mencatatkan net sell Rp2,45 triliun pada 9 Juni 2026, kemudian meningkat menjadi Rp3,13 triliun pada 10 Juni 2026. Menariknya, peningkatan aksi jual tersebut justru terjadi ketika IHSG berupaya bangkit dari tekanan berat setelah menyentuh level terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Saham Perbankan Jumbo Jadi Sasaran Utama
Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi sumber utama tekanan asing. Pada 10 Juni, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatat net sell terbesar senilai Rp612 miliar, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp416,1 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp179,2 miliar.
Saham lain yang mengalami pelepasan signifikan meliputi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp147,2 miliar, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp133,5 miliar, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp125,1 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp122,2 miliar. Pola serupa juga terlihat sehari sebelumnya, menunjukkan investor global konsisten mengurangi eksposur pada saham-saham unggulan penggerak indeks.
10 Saham dengan Net Sell Asing Terbesar (10 Juni 2026)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), Rp612 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), Rp416,1 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), Rp179,2 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), Rp147,2 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), Rp133,5 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), Rp125,1 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), Rp122,2 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), Rp113,6 miliar
- PT Astra International Tbk. (ASII), Rp109,5 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), Rp104,4 miliar
Aktivitas Transaksi Ramai, Domestik Dukung Rebound
Kenaikan IHSG diiringi aktivitas transaksi yang ramai. Volume perdagangan mencapai sekitar 46,67 miliar saham dengan nilai transaksi Rp31,73 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 3,1 juta kali. Sebanyak 571 saham naik, 148 turun, dan 96 tidak bergerak.
Penguatan indeks ini mengindikasikan adanya aksi bargain hunting dan pembelian dari pelaku pasar domestik yang memanfaatkan harga saham yang tertekan. Meski investor global masih mengurangi eksposur pada sejumlah saham unggulan, sentimen positif dari investor lokal berhasil mendorong rebound IHSG.
Konteks dan Implikasi Pasar
Secara umum, divergensi antara aksi jual asing dan penguatan IHSG mencerminkan dinamika kompleks di pasar modal Indonesia. Implikasinya, ketahanan indeks saat ini sangat bergantung pada kekuatan pembelian domestik untuk mengimbangi arus keluar modal asing yang masih berlanjut.
Perlu dicermati apakah tren net sell asing akan berlanjut dalam sesi-sesi mendatang, mengingat saham-saham perbankan dan blue chip yang menjadi target pelepasan merupakan pilar utama kapitalisasi pasar. Investor domestik tampaknya melihat peluang di level harga saat ini, namun keberlanjutan penguatan indeks akan diuji oleh sentimen global dan aliran modal asing ke depan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Berapa total net sell asing di BEI dalam dua hari terakhir?
- Investor asing mencatatkan net sell Rp2,45 triliun pada 9 Juni 2026 dan Rp3,13 triliun pada 10 Juni 2026, sehingga total mencapai sekitar Rp5,57 triliun dalam dua hari terakhir.
- Saham apa yang paling banyak dilepas investor asing?
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham dengan net sell terbesar mencapai Rp612 miliar pada 10 Juni 2026, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp416,1 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp179,2 miliar.
- Berapa kenaikan IHSG pada 10 Juni 2026?
- IHSG melesat 2,71% atau naik 155 poin ke posisi 5.902,37 pada perdagangan 10 Juni 2026, dengan volume perdagangan mencapai sekitar 46,67 miliar saham dan nilai transaksi Rp31,73 triliun.
Sumber
Tentang penulis

Tim Redaksi Kolektif
Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.
Baca juga
Rupiah Menguat 0,61% ke Rp17.865 per Dolar AS, Jauh dari Level Rp18.000
Mata uang Garuda ditutup menguat pada Jumat (12/6/2026) seiring melemahnya dolar AS di pasar global, meski di tengah aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta.
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.865/US$, BI Sebut Respons Positif Pasar
Bank Indonesia mencatat rupiah terapresiasi 0,61% ke posisi Rp 17.865 per dolar AS pada penutupan Jumat (12/6/2026), didorong respons positif pasar terhadap kebijakan moneter termasuk kenaikan BI Rate menjadi 5,50%.
BI Catat Aliran Modal Asing Rp19,02 Triliun dalam Dua Hari
Bank Indonesia mencatat inflows modal asing signifikan pasca kenaikan BI Rate 50 bps, memperkuat posisi rupiah terhadap dolar AS.
Bank Dunia Soroti Dampak Isu MSCI terhadap Pasar Modal Indonesia
Pembekuan saham Indonesia dari indeks MSCI pada Januari 2026 memicu outflow asing USD 600 juta dan melemahkan rupiah, menurut laporan Bank Dunia.
IHSG Tembus 6.000, Dony Oskaria Ajak Jaga Optimisme
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menyambut positif penguatan IHSG ke level 6.000, menyebutnya bukti kepercayaan investor pada fundamental ekonomi Indonesia.




