Lompat ke konten utama
sorotutama

IHSG Anjlok 3,48% ke 5.734, Sentuh Level Terendah Sejak 2020

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 206,81 poin pada perdagangan Kamis (4/6/2026), menyentuh posisi terendah sejak akhir 2020 dengan tekanan jual yang masif.

Oleh Redaksi Sorot Utama2 menit baca
IHSG Anjlok 3,48% ke 5.734, Sentuh Level Terendah Sejak 2020
Foto: Tima Miroshnichenko via Pexels

Ringkasan

IHSG ditutup melemah 3,48% ke level 5.734,26 pada perdagangan Kamis (4/6/2026), turun 206,81 poin dan menyentuh level terendah sejak akhir 2020. Sebanyak 547 saham melemah dengan nilai transaksi mencapai Rp3,38 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan sesi I Kamis (4/6/2026), anjlok 206,81 poin atau 3,48% ke posisi 5.734,26. Level ini merupakan posisi terendah yang disentuh IHSG sejak akhir 2020, menandai tekanan signifikan di pasar modal Indonesia.

Sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia, tekanan jual mendominasi perdagangan hari ini dengan 547 saham mengalami pelemahan, 321 saham stagnan, dan hanya 88 saham yang berhasil menguat. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 397,9 ribu kali dengan volume perdagangan mencapai 5,23 miliar lembar saham, senilai Rp3,38 triliun.

Dinamika Perdagangan Hari Ini

IHSG dibuka pada level 5.919,57 di awal perdagangan. Namun tekanan jual yang terus menguat mendorong indeks turun lebih dalam ke posisi 5.874,70, melemah 66,37 poin atau 1,12%. Sepanjang perdagangan pagi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.924,51 dan terendah di 5.873,00 sebelum akhirnya ditutup di 5.734,26.

Penurunan sebesar 3,48% dalam satu sesi perdagangan tergolong signifikan dan mencerminkan sentimen negatif yang kuat di kalangan pelaku pasar. Rasio saham yang melemah dibandingkan yang menguat (547 berbanding 88) menunjukkan tekanan jual yang meluas di berbagai sektor.

Kembali ke Level 2020

Posisi penutupan di 5.734,26 menandai IHSG kembali ke level yang terakhir kali terlihat pada akhir 2020. Secara umum, kembalinya indeks ke level beberapa tahun lalu mengindikasikan koreksi pasar yang dalam, meski konteks spesifik penyebab penurunan hari ini tidak dirinci dalam laporan sumber.

Implikasinya, investor perlu mencermati faktor-faktor fundamental dan sentimen pasar yang memengaruhi pergerakan IHSG dalam periode mendatang. Volume transaksi yang mencapai Rp3,38 triliun menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup aktif meski didominasi aksi jual, yang bisa menjadi indikator minat pelaku pasar untuk melakukan rebalancing portofolio.

Perlu dicermati apakah penurunan ini merupakan bagian dari koreksi teknikal jangka pendek atau mencerminkan perubahan fundamental yang lebih dalam di pasar modal Indonesia. Pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan memantau perkembangan ekonomi makro serta sentimen global yang dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG ke depan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa penurunan IHSG pada perdagangan 4 Juni 2026?
IHSG ditutup melemah 206,81 poin atau 3,48% ke posisi 5.734,26 pada perdagangan sesi I Kamis (4/6/2026), menyentuh level terendah sejak akhir 2020.
Berapa nilai transaksi dan jumlah saham yang melemah hari ini?
Nilai transaksi mencapai Rp3,38 triliun dengan volume 5,23 miliar lembar saham dan frekuensi 397,9 ribu kali. Sebanyak 547 saham melemah, 321 saham stagnan, dan hanya 88 saham yang menguat.

Sumber

  1. Disarikan dari CNBC Indonesia Market
#IHSG#Bursa Efek Indonesia#pasar modal#Saham Indonesia#Koreksi Pasar

Tentang penulis

Tim redaksi di ruang kerja editorial
Redaksi Sorot Utama

Tim Redaksi Kolektif · Mengikuti Pedoman Editorial Sorot Utama

Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.

Baca juga