Lompat ke konten utama
sorotutama

CEO CIMB Group: Pelemahan Rupiah Waktu Tepat Masuk Pasar Indonesia

Group CEO CIMB Group Novan Amirudin menyebut pelemahan rupiah ke level terendah sepanjang masa sebagai momentum tepat bagi investor jangka panjang masuk pasar Indonesia, sambil menegaskan komitmen grup di Tanah Air.

Oleh Redaksi Sorot Utama2 menit baca
CEO CIMB Group: Pelemahan Rupiah Waktu Tepat Masuk Pasar Indonesia
Foto: Trian Junianto via Pexels

Ringkasan

CEO CIMB Group Novan Amirudin menyatakan pelemahan rupiah saat ini adalah waktu tepat bagi investor jangka panjang masuk pasar Indonesia. Ia menegaskan komitmen CIMB Group di Indonesia melalui PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan membuka peluang pertumbuhan non-organik melalui M&A, khususnya di bisnis wealth management.

Raksasa finansial Malaysia CIMB Group melihat peluang besar di Indonesia di tengah kekhawatiran investor global. Group CEO CIMB Group, Novan Amirudin, menyatakan bahwa pelemahan rupiah ke level terendah sepanjang masa saat ini justru merupakan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar Indonesia.

"Nah, rupiah sedang rendah saat ini. Jadi bagi investor yang melihat potensi di Indonesia, tentu ini adalah waktu yang tepat untuk masuk. Tetapi kami bukan investor jangka pendek," kata Amirudin dalam wawancara dengan Bloomberg, sebagaimana dikutip media, Rabu (10/6/2026).

Amirudin menegaskan posisi CIMB sebagai operator jangka panjang di Indonesia. Entitas usaha grup tersebut di Tanah Air adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), yang merupakan bank swasta terbesar kedua di Indonesia.

Komitmen Jangka Panjang di Indonesia

Menanggapi kekhawatiran investor global atas ketidakpastian kebijakan pemerintah Indonesia, Amirudin kembali menekankan posisi CIMB Group sebagai investor jangka panjang dan menegaskan komitmennya di Indonesia.

"Kami percaya pada potensi jangka panjang Indonesia. Dan Indonesia memiliki banyak potensi jangka panjang. Secara fundamental, basis populasi yang besar dan demografi yang tepat dengan sumber daya alam. Ada banyak pelengkap dalam jaringan lintas batas ASEAN. Bagi kami, Indonesia adalah pemain jangka panjang. Kami sepenuhnya berkomitmen dan Indonesia akan baik-baik saja dalam jangka panjang," terangnya.

Pernyataan ini mencerminkan keyakinan CIMB Group terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, meski pasar menghadapi volatilitas jangka pendek. Secara umum, investor institusional besar cenderung melihat pelemahan mata uang sebagai peluang masuk dengan valuasi lebih menarik, asalkan fundamental ekonomi tetap solid.

Peluang M&A dan Wealth Management

CIMB Group juga membuka peluang untuk bertumbuh secara non-organik melalui aksi akuisisi dan merger (M&A) di Indonesia. Amirudin menjelaskan bahwa jika pertumbuhan melalui M&A memberikan pengembalian lebih baik bagi pemegang saham dibanding pertumbuhan organik, grup akan mengevaluasi dan melaksanakannya.

"Jika hal itu memberikan pengembalian yang lebih baik bagi pemegang saham untuk tumbuh melalui M&A, baik dengan membeli kemampuan lebih cepat daripada menumbuhkannya secara organik, itu adalah sesuatu yang akan selalu kami evaluasi dan laksanakan jika itu masuk akal bagi para pemangku kepentingan kami," pungkas Amirudin.

Ia merincikan bahwa saat ini CIMB Group sedang mencari bisnis wealth management sebagai pelengkap bisnis CIMB Niaga. Selain itu, grup juga mencari peluang-peluang bisnis tambahan untuk entitasnya di Indonesia.

"Jadi saya tidak akan mengatakan ada segmen spesifik tertentu. Kami melihat semua peluang. Tetapi yang terpenting, itu harus melengkap apa yang sudah kami miliki," ucapnya.

Perlu dicermati bahwa strategi ekspansi melalui wealth management sejalan dengan tren industri perbankan regional yang melihat segmen nasabah kaya sebagai sumber pendapatan fee-based yang menjanjikan. Namun, detail target akuisisi spesifik atau timeline belum diungkapkan dalam wawancara ini.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa pandangan CEO CIMB Group tentang pelemahan rupiah saat ini?
Group CEO CIMB Group Novan Amirudin menyatakan bahwa pelemahan rupiah ke level terendah sepanjang masa saat ini adalah waktu yang tepat bagi investor jangka panjang untuk masuk ke pasar Indonesia, meski ia menekankan CIMB bukan investor jangka pendek.
Apa rencana ekspansi CIMB Group di Indonesia?
CIMB Group membuka peluang pertumbuhan non-organik melalui akuisisi dan merger (M&A) di Indonesia. Saat ini grup sedang mencari bisnis wealth management sebagai pelengkap bisnis CIMB Niaga, serta peluang bisnis tambahan lain yang melengkapi portofolio yang sudah ada.

Sumber

  1. Disarikan dari CNBC Indonesia Market
#CIMB Group#Novan Amirudin#Bank CIMB Niaga#Rupiah

Tentang penulis

Tim redaksi di ruang kerja editorial
Redaksi Sorot Utama

Tim Redaksi Kolektif

Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.

Baca juga