Lompat ke konten utama
sorotutama

Media Singapura Soroti Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Channel News Asia dan The Straits Times memberitakan pelemahan rupiah yang menembus level psikologis 18.000 per dolar AS, terburuk di Asia tahun ini.

Oleh Redaksi Sorot Utama3 menit baca
Media Singapura Soroti Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Foto: Andaru Firmansyah via Pexels

Ringkasan

Dua media besar Singapura, Channel News Asia dan The Straits Times, menyoroti pelemahan rupiah Indonesia yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada 4 Juni 2026. Rupiah tercatat melemah lebih dari 7% sepanjang tahun ini, menjadikannya mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.

Daftar isi▶ buka

Pelemahan rupiah Indonesia menjadi sorotan sejumlah media asing, termasuk dua laman besar Singapura. Channel News Asia (CNA) dan The Straits Times memberikan porsi pemberitaan khusus terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menembus level psikologis Rp18.000 pada Kamis, 4 Juni 2026.

CNA, mengutip AFP, menulis judul "Indonesian rupiah falls to record low against US dollar". Media tersebut melaporkan bahwa rupiah mencapai 18.028 terhadap dolar AS meskipun ada upaya bank sentral Indonesia untuk memberikan dukungan. "Rupiah Indonesia mencapai level terlemahnya terhadap dolar AS pada Kamis, menembus ambang batas psikologis 18.000 di tengah kekhawatiran tentang perekonomian negara di tengah melonjaknya biaya energi," tulis laman tersebut.

CNA mencatat bahwa rupiah telah jatuh lebih dari 7% sepanjang tahun ini dan merupakan mata uang dengan kinerja terburuk di Asia menurut Bloomberg News. Pelemahan ini terjadi karena perang AS-Israel terhadap Iran menyebabkan harga minyak global melonjak, yang berdampak signifikan terhadap Indonesia sebagai importir minyak bersih.

Surplus Perdagangan Menyempit Drastis

Media Singapura tersebut juga menyoroti penyempitan surplus perdagangan Indonesia. Surplus perdagangan negara terpukul, menyempit menjadi hanya US$89 juta pada bulan April, dari US$3,3 miliar sebulan sebelumnya. Penyempitan ini semakin mengurangi pasokan dolar di pasar Indonesia, sebagaimana dikutip dari ekonom lokal Josua Pardede yang merujuk AFP.

Pelemahan tersebut dipicu oleh tingginya permintaan dolar yang disebabkan oleh lonjakan harga minyak dan menyempitnya surplus perdagangan. Indonesia sangat terdampak oleh kenaikan biaya minyak mentah, di tengah upaya keras pemerintah mempertahankan harga bahan bakar bersubsidi.

Pasar Waspada Intervensi Bank Sentral

The Straits Times memuat artikel berjudul "Rupiah falls through key psychological level, putting markets on guard for intervention". Media tersebut melaporkan bahwa nilai tukar rupiah merosot 0,35% menjadi 18.029,5 per dolar AS pada pukul 11.06 pagi waktu Singapura, sehingga penurunan nilai tukar pada tahun 2026 mencapai lebih dari 7%.

Terhadap dolar Singapura, rupiah juga jatuh ke level terendah baru, diperdagangkan pada 14.047,71 — turun 0,32% dan mencatatkan penurunan 9,3% sejak awal tahun. Pelemahan di bawah level kunci Rp18.000 ini membuat pengamat pasar waspada terhadap kemungkinan intervensi dari bank sentral Indonesia.

Tekanan dari Sentimen Investor

The Straits Times mencatat bahwa rupiah kini merupakan mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada tahun 2026, sebagian tertekan oleh kekhawatiran bahwa harga minyak yang tinggi akan memperlebar defisit anggaran Indonesia melalui biaya subsidi energi yang lebih tinggi.

"Penembusan di bawah 18.000 dapat mempercepat arus keluar dana asing dari saham dan obligasi lokal, menjadikan level tersebut sebagai ujian penting bagi para pembuat kebijakan yang berupaya memulihkan kepercayaan pada ekonomi yang menghadapi tantangan yang semakin besar," tulis media tersebut.

Sentimen investor terhadap aset Indonesia dilaporkan memburuk pada tahun 2026 setelah MSCI memperingatkan bahwa negara tersebut dapat diklasifikasikan ulang sebagai pasar negara berkembang, sementara Fitch Ratings dan Moody's Ratings merevisi prospek mereka terhadap kedaulatan negara. Kekhawatiran juga meningkat atas upaya pemerintah untuk melakukan kontrol yang lebih besar terhadap ekspor komoditas utama.

Implikasi dan Tantangan ke Depan

Perlu dicermati bahwa pelemahan rupiah di level ini dapat membawa implikasi luas bagi perekonomian Indonesia. Sebagai importir minyak bersih, kenaikan harga energi global langsung berdampak pada biaya impor dan tekanan terhadap anggaran negara, terutama untuk subsidi bahan bakar. Secara umum, mata uang yang melemah tajam dapat meningkatkan inflasi impor dan menekan daya beli masyarakat.

Tantangan bagi otoritas moneter Indonesia adalah menjaga stabilitas nilai tukar sambil mempertahankan daya saing ekspor dan mengelola ekspektasi pasar. Intervensi bank sentral melalui operasi pasar dan kebijakan moneter yang tepat akan menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan investor dan menstabilkan rupiah di tengah gejolak pasar global yang masih tinggi.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa level rupiah terhadap dolar AS yang dilaporkan media Singapura?
Media Singapura melaporkan rupiah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada 4 Juni 2026. CNA mencatat rupiah mencapai 18.028, sementara The Straits Times melaporkan 18.029,5 per dolar AS pada pukul 11.06 pagi waktu Singapura.
Mengapa rupiah melemah tajam menurut media asing?
Pelemahan rupiah dipicu oleh lonjakan harga minyak global akibat perang AS-Israel terhadap Iran, yang berdampak besar pada Indonesia sebagai importir minyak bersih. Surplus perdagangan Indonesia juga menyempit drastis dari US$3,3 miliar di Maret menjadi hanya US$89 juta di April, mengurangi pasokan dolar di pasar domestik.
Bagaimana posisi rupiah dibanding mata uang Asia lainnya?
Menurut laporan Bloomberg News yang dikutip media Singapura, rupiah merupakan mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada tahun 2026, dengan pelemahan lebih dari 7% sepanjang tahun ini. Terhadap dolar Singapura, rupiah juga mencatat penurunan 9,3% sejak awal tahun.

Sumber

  1. Disarikan dari CNBC Indonesia Market
#Rupiah#Nilai Tukar#dolar AS#pelemahan mata uang#Ekonomi Indonesia#media Singapura

Tentang penulis

Tim redaksi di ruang kerja editorial
Redaksi Sorot Utama

Tim Redaksi Kolektif · Mengikuti Pedoman Editorial Sorot Utama

Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.

Baca juga