Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Korea Anjlok 4,11%
Pasar saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026), dipimpin koreksi tajam Kospi Korea Selatan akibat aksi jual sektor teknologi regional.

Ringkasan
Bursa Asia-Pasifik dibuka di zona merah pada 5 Juni 2026, dengan Kospi Korea Selatan anjlok 4,11%. Samsung Electronics turun 6% dan SK Hynix merosot 8%. Pelemahan dipicu rotasi investasi dari saham teknologi Wall Street setelah Broadcom ambles lebih dari 12% dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,09%.
Daftar isi▶ buka▼ tutup
Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026), dengan pasar Korea Selatan memimpin penurunan di kawasan. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 4,11%, sementara indeks Kosdaq turun 2,41%. Sentimen negatif dipicu koreksi saham-saham teknologi di Wall Street pada perdagangan semalam, yang memicu aksi jual di sektor teknologi Asia.
Koreksi Tajam Saham Teknologi Korea
Sebagaimana dilaporkan CNBC, saham-saham berkapitalisasi besar Korea Selatan mengalami tekanan signifikan. Samsung Electronics merosot sekitar 6%, sementara SK Hynix turun lebih tajam sekitar 8%. Koreksi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek sektor teknologi global, khususnya segmen semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI).
Di Jepang, indeks Nikkei 225 terkoreksi 1,1% mengikuti pelemahan sektor teknologi global. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,2% pada awal perdagangan. Prospek pasar Hong Kong juga cenderung negatif, dengan kontrak berjangka indeks Hang Seng terakhir diperdagangkan di level 25.158, lebih rendah dibandingkan penutupan indeks Hang Seng pada Kamis di posisi 25.253,40.
Rotasi Investasi dari Teknologi di Wall Street
Pelemahan pasar Asia terjadi setelah pergerakan beragam di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average justru mencetak rekor tertinggi baru setelah melonjak 874,86 poin atau 1,73% ke level 51.561,93. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,09% dan ditutup di level 26.830,96. Indeks S&P 500 masih mampu menguat 0,41% ke posisi 7.584,31.
Rotasi investasi dari saham teknologi ke sektor non-teknologi menjadi pemicu utama pelemahan Nasdaq. Aksi jual dipimpin oleh saham Broadcom yang ambles lebih dari 12% setelah pendapatan kuartal fiskal keduanya gagal memenuhi ekspektasi pasar. Koreksi Broadcom memicu investor mengurangi eksposur terhadap saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
ETF semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) turun lebih dari 1%, sementara Arm Holdings melemah lebih dari 4% dan Micron Technology jatuh hampir 8%. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap valuasi tinggi saham-saham teknologi dan ketidakpastian prospek pertumbuhan sektor AI.
Kekhawatiran Geopolitik Timur Tengah
Selain tekanan dari sektor teknologi, pasar saham global juga dibayangi kekhawatiran terkait konflik di Timur Tengah. Beragam sinyal dari negosiasi untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut telah mengguncang pasar keuangan global sekaligus mendorong kenaikan harga minyak dan bensin. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi dunia.
Analisis dan Implikasi
Implikasinya, koreksi tajam di pasar Korea Selatan dan regional Asia menunjukkan sensitivitas tinggi investor terhadap pergerakan saham teknologi global, khususnya sektor semikonduktor dan AI. Rotasi investasi dari teknologi ke sektor defensif di Wall Street mencerminkan pergeseran sentimen pasar menuju strategi yang lebih hati-hati.
Perlu dicermati, kombinasi tekanan dari kegagalan ekspektasi pendapatan emiten teknologi besar seperti Broadcom dan kekhawatiran geopolitik Timur Tengah menciptakan lingkungan pasar yang lebih volatil. Investor regional cenderung menunggu sinyal lebih jelas terkait prospek sektor teknologi dan perkembangan situasi geopolitik sebelum kembali menambah eksposur risiko.
Secara umum di sektor teknologi Asia, emiten besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix yang memiliki eksposur signifikan terhadap pasar semikonduktor global rentan terhadap sentimen negatif dari Wall Street. Pergerakan indeks Kospi dan Nikkei 225 akan terus dipengaruhi oleh dinamika pasar teknologi AS dan perkembangan fundamental emiten lokal dalam pekan-pekan mendatang.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Mengapa Kospi Korea Selatan anjlok 4,11% pada 5 Juni 2026?
- Kospi Korea Selatan anjlok 4,11% dipicu aksi jual di sektor teknologi regional setelah saham-saham teknologi di Wall Street terkoreksi. Samsung Electronics turun sekitar 6% dan SK Hynix merosot sekitar 8%, mengikuti pelemahan Nasdaq Composite yang turun 0,09% akibat rotasi investasi dari saham teknologi ke sektor non-teknologi.
- Apa yang menyebabkan koreksi saham teknologi di Wall Street?
- Koreksi saham teknologi di Wall Street dipimpin oleh Broadcom yang ambles lebih dari 12% setelah pendapatan kuartal fiskal keduanya gagal memenuhi ekspektasi pasar. Hal ini memicu investor mengurangi eksposur terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI), dengan ETF semikonduktor VanEck (SMH) turun lebih dari 1%, Arm Holdings melemah lebih dari 4%, dan Micron Technology jatuh hampir 8%.
Sumber
Tentang penulis

Tim Redaksi Kolektif · Mengikuti Pedoman Editorial Sorot Utama
Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.
Baca juga
BI Rate Naik 25 Bps Jadi 5,50%, Rupiah Menguat ke Rp 18.080/USD
Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,50% pada Selasa (9/6/2026). Pasar merespons positif dengan penguatan rupiah dan IHSG.
SLIK OJK: Panduan Lengkap Cek dan Perbaiki Skor Kredit Anda
Sistem Layanan Informasi Keuangan menentukan persetujuan pinjaman Anda — begini cara mengaksesnya secara gratis dan legal.
Rupiah Tembus Level Terlemah, Bank Jual Dolar AS Rp18.415
Rupiah melemah ke Rp18.100 per dolar AS pada Senin pagi, mencatatkan level terlemah sepanjang masa. Sejumlah bank memasang kurs jual hingga Rp18.415.
Panduan Lengkap Lapor SPT Tahunan 2025 via Coretax dan DJP Online
Tenggat 31 Maret mendekat — simak langkah lengkap, dokumen wajib, dan jenis formulir yang sesuai kategori penghasilan Anda.
Archipelago International Hengkang dari Kuba Patuhi Sanksi AS
Jaringan hotel Indonesia mengakhiri operasional enam hotel merek Aston di Kuba menyusul tenggat waktu pemutusan hubungan dengan konglomerat militer GAESA yang disanksi Washington.




