BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Ditopang Ekspansi Dubai & Jeddah
PT Bank Syariah Indonesia (BRIS) membukukan dana pihak ketiga Rp382 triliun, tumbuh 17,90% per April 2026, didorong kinerja kantor cabang Dubai yang asetnya melonjak 80% secara tahunan.

Ringkasan
PT Bank Syariah Indonesia mencatat DPK Rp382 triliun dan aset Rp452 triliun per April 2026, dengan pertumbuhan dua digit. Kinerja ditopang kantor cabang Dubai yang beroperasi sejak 2022, sementara cabang Jeddah tengah disiapkan untuk menggarap ekosistem haji dan umroh.
Daftar isi▶ buka▼ tutup
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) membukukan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp382 triliun, tumbuh 17,90% secara tahunan (yoy) per April 2026. Pertumbuhan ini sejalan dengan pembiayaan yang mencapai Rp332 triliun atau naik 15,59% yoy, mendorong total aset BSI mencapai Rp452 triliun dengan pertumbuhan 12,17% yoy.
Kinerja solid Perseroan tidak hanya ditopang oleh dana murah dan pembiayaan yang sehat di dalam negeri, tetapi juga didorong oleh ekspansi bisnis di mancanegara. Sejak 2022, BSI telah mengoperasikan kantor cabang di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE), sebagai langkah awal menembus pangsa pasar global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Kantor Cabang Dubai Tumbuh 80%
Direktur Treasury & International Banking BSI Firman Nugraha menyatakan bahwa perusahaan melihat potensi bisnis yang masih sangat besar di pasar UAE dan Timur Tengah. Hingga April 2026, pertumbuhan aset BSI Dubai secara tahunan mencapai 80%, didominasi dari corporate financing.
"Kami optimis pertumbuhan bisnis Kantor Cabang Layanan Luar Negeri BSI Dubai dapat terus tumbuh positif di tahun ini," ujar Firman dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026). Selain pembiayaan korporasi, BSI Dubai juga memfasilitasi layanan treasury, trade finance, dan documentary collection bagi eksportir/importir yang bertransaksi antara UAE dan Indonesia.
Menurut Firman, Timur Tengah merupakan international hub karena banyak perusahaan Indonesia (Indonesian Related) dan internasional yang memiliki perwakilan di Dubai. Hadirnya BSI di Dubai diharapkan dapat menjadi jembatan untuk layanan keuangan dan memperkuat kerja sama ekspor-impor dengan berbagai perusahaan di Indonesia.
Persiapan Cabang Jeddah untuk Ekosistem Haji dan Umroh
Saat ini, Bank Syariah Indonesia tengah mempersiapkan pembukaan cabang di Arab Saudi, tepatnya di Jeddah, untuk menggarap ekosistem halal termasuk ekosistem haji dan umroh. Langkah ini merespons posisi Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia yang memberikan kontribusi besar terhadap kunjungan jemaah haji dan umrah ke Arab Saudi.
Sebagaimana dilaporkan, setiap tahun Indonesia mengirim jemaah haji rata-rata sekitar 203 ribu orang, dan sekitar 170 ribu jemaah atau 83% merupakan jemaah haji yang berasal dari BSI. Dari sisi jemaah umroh, sesuai data Siskopatuh tahun 2025, tercatat 1,6 juta jemaah di seluruh Indonesia dan sebesar 84% melalui BSI.
Analisis: Strategi Ekspansi Global BSI
Secara umum, ekspansi internasional BSI ke Dubai dan rencana pembukaan cabang Jeddah mencerminkan strategi bank syariah terbesar Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar global. Implikasinya, BSI tidak hanya mengandalkan pertumbuhan domestik, tetapi juga memanfaatkan ekosistem keuangan syariah di kawasan Timur Tengah yang memiliki potensi besar.
Perlu dicermati bahwa pertumbuhan aset BSI Dubai sebesar 80% menunjukkan respons pasar yang positif terhadap kehadiran bank syariah Indonesia di hub bisnis internasional. Sementara itu, fokus pada ekosistem haji dan umroh di Jeddah merupakan langkah strategis mengingat dominasi BSI dalam melayani jemaah Indonesia, yang mencapai lebih dari 80% baik untuk haji maupun umroh.
Dengan kinerja DPK dan aset yang tumbuh dua digit, ditambah ekspansi internasional yang terukur, BSI tampak memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri perbankan syariah, baik di tingkat nasional maupun regional.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Berapa DPK dan aset BSI per April 2026?
- Per April 2026, BSI membukukan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp382 triliun, tumbuh 17,90% secara tahunan. Total aset BSI mencapai Rp452 triliun dengan pertumbuhan 12,17% yoy, sementara pembiayaan mencapai Rp332 triliun atau naik 15,59% yoy.
- Bagaimana kinerja kantor cabang BSI di Dubai?
- Kantor cabang BSI di Dubai, yang beroperasi sejak 2022, mencatat pertumbuhan aset sebesar 80% secara tahunan hingga April 2026. Pertumbuhan ini didominasi dari corporate financing, serta layanan treasury, trade finance, dan documentary collection untuk transaksi ekspor-impor antara UAE dan Indonesia.
- Apa rencana ekspansi BSI di Arab Saudi?
- BSI tengah mempersiapkan pembukaan cabang di Jeddah, Arab Saudi, untuk menggarap ekosistem halal termasuk haji dan umroh. Langkah ini merespons dominasi BSI dalam melayani jemaah Indonesia, di mana 83% jemaah haji (dari rata-rata 203 ribu per tahun) dan 84% jemaah umroh (dari 1,6 juta pada 2025) menggunakan layanan BSI.
Sumber
Tentang penulis

Tim Redaksi Kolektif
Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.
Baca juga
Inflasi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, dan Cara Mengendalikannya
Panduan lengkap memahami inflasi, dari definisi, mekanisme pengukuran IHK, hingga peran Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.
Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz
Harga minyak Brent dan WTI turun tajam setelah pengumuman kesepakatan damai AS-Iran yang membuka kembali Selat Hormuz, menghapus sebagian premi risiko geopolitik yang menopang harga energi selama beberapa pekan terakhir.
BEI Suspensi Perdagangan Saham FORU Akibat Kenaikan Harga Signifikan
Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham PT Fortune Indonesia Tbk mulai 15 Juni 2026 sebagai bentuk perlindungan investor menyusul lonjakan harga kumulatif yang dinilai tidak wajar.
Bagaimana BUMN Menyumbang Rp600-700 Triliun ke Kas Negara Setiap Tahun?
Dividen, pajak, dan PNBP dari perusahaan pelat merah menjadi salah satu pilar utama pendapatan negara dalam APBN.
Danantara Pastikan Tak Ada PHK dalam Perampingan 1.077 BUMN
BPI Danantara menegaskan tidak akan ada PHK massal meski jumlah entitas BUMN dipangkas dari 1.077 menjadi sekitar 254 perusahaan. Langkah ini ditargetkan menghemat Rp50 triliun per tahun.




