Lompat ke konten utama
sorotutama

Migrasi eSIM di Indonesia: Syarat Biometrik, Biaya, Langkah per Operator, dan Batas Proteksi SIM Swap

Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong eSIM lewat Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2025, tetapi migrasi belum wajib per Agustus 2026. Berikut syarat, biaya, langkah per operator, dan batas proteksinya.

Oleh Redaksi Sorot Utama6 menit baca
Ilustrasi: Migrasi eSIM di Indonesia: Syarat Biometrik, Biaya, Langkah per Operator, dan Batas Proteksi SIM Swap
Foto: Jacob via Pexels

Ringkasan

Migrasi dari kartu SIM fisik ke eSIM di Indonesia belum diwajibkan per Agustus 2026 dan masih berupa imbauan lewat Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2025. Telkomsel mengenakan biaya migrasi Rp 10.000 dan mengirim kode QR ke surel pelanggan, sedangkan XL mengarahkan pemilik nomor aktif datang ke XL Center. Kuncinya adalah verifikasi biometrik wajah yang dicocokkan dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Artikel ini merinci syarat dokumen, biaya, langkah per operator, ponsel yang mendukung eSIM, prosedur bila ponsel hilang, serta alasan e

Daftar isi▶ buka

Migrasi nomor seluler dari kartu SIM fisik ke eSIM di Indonesia belum diwajibkan per Agustus 2026 dan masih berstatus imbauan pemerintah. Dasar kebijakannya adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2025 yang mengatur pemanfaatan teknologi Embedded Subscriber Identity Module, diumumkan Kementerian Komunikasi dan Digital pada 11 April 2025. Inti kebijakan itu bukan bentuk kartunya, melainkan verifikasi biometrik wajah yang dicocokkan dengan basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sehingga satu Nomor Induk Kependudukan lebih sulit dipakai orang lain. Bagi pelanggan Telkomsel, migrasi itu berbayar, yaitu Rp 10.000 menurut halaman resmi migrasi eSIM Telkomsel.

Apakah migrasi ke eSIM wajib di Indonesia?

Kementerian Komunikasi dan Digital tidak mewajibkan pengguna berpindah ke eSIM. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada 11 April 2025 mengimbau masyarakat yang ponselnya sudah mendukung eSIM untuk segera bermigrasi, bukan memerintahkan. Kartu SIM fisik tetap sah dipakai per Agustus 2026, dan pemilik ponsel tanpa dukungan eSIM tidak kehilangan layanan seluler.

Apa yang diperiksa dalam verifikasi biometrik eSIM?

Verifikasi biometrik pada penerbitan eSIM berbentuk pemindaian wajah langsung yang dicocokkan dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah menyatakan pada 16 Mei 2025 bahwa sistem tersebut menolak foto dan hanya menerima wajah pengguna secara langsung, dengan akurasi yang disebutnya level enam atau 95,6 persen. Edwin Hidayat Abdullah juga menyebut sekitar 700.000 orang memakai eSIM berbasis verifikasi biometrik sejak layanan itu diluncurkan pada Februari 2025.

Kementerian Komunikasi dan Digital juga menyusun Rancangan Peraturan Menteri tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Melalui Jaringan Bergerak Seluler dan membuka konsultasi publik pada 17 sampai 26 November 2025. Rancangan tersebut menempatkan pengenalan wajah sebagai opsi pada tahap awal, memberi masa transisi satu tahun sejak diundangkan bagi registrasi memakai Nomor Induk Kependudukan dan nomor Kartu Keluarga, serta menyasar pelanggan kartu fisik maupun pelanggan eSIM. Status rancangan itu perlu dicek ke kanal resmi Kementerian Komunikasi dan Digital sebelum dianggap berlaku.

Apa syarat migrasi dari kartu SIM fisik ke eSIM?

  • Ponsel mendukung eSIM dan berstatus perangkat resmi. XL mensyaratkan perangkat resmi, bukan barang black market atau pembelian dari luar negeri, dan meminta pengecekan IMEI lewat layanan pelanggannya.
  • Kartu Tanda Penduduk dan nomor Kartu Keluarga. Telkomsel mensyaratkan keduanya untuk migrasi ke eSIM.
  • Alamat surel yang aktif. Telkomsel mengirim kode QR migrasi eSIM ke surel pelanggan, sehingga alamat yang salah membuat proses tertahan.
  • Kuota nomor per identitas belum terlampaui. Telkomsel membatasi satu pasang KTP dan KK untuk maksimal tiga eSIM.
  • Nomor belum bermigrasi dalam tiga bulan terakhir. Telkomsel menyatakan satu nomor hanya boleh berpindah ke eSIM satu kali dalam periode tiga bulan.
  • Akses internet di luar kartu itu sendiri, misalnya Wi-Fi. Telkomsel menyatakan kartu fisik lama mati begitu migrasi berhasil, sehingga pemindaian kode QR aman dilakukan saat ponsel terhubung Wi-Fi.

Bagaimana langkah migrasi kartu fisik ke eSIM di tiap operator?

Telkomsel

  1. Ajukan migrasi lewat kanal MyTelkomsel atau gerai GraPARI. Telkomsel membuka layanan ini untuk pelanggan prabayar maupun pascabayar.
  2. Siapkan Kartu Tanda Penduduk, nomor Kartu Keluarga, dan alamat surel aktif, lalu ikuti proses verifikasi identitas dan bayar biaya migrasi Rp 10.000.
  3. Buka kode QR migrasi eSIM yang dikirim Telkomsel ke alamat surel Anda.
  4. Tambahkan profil lewat menu Pengaturan, Seluler, lalu Tambah eSIM, dan pindai kode QR tersebut. Telkomsel menyatakan kartu fisik lama mati sendiri setelah migrasi berhasil, jadi kartu itu tidak perlu dihapus lebih dulu.

Telkomsel mencantumkan biaya migrasi ke eSIM sebesar Rp 10.000 pada halaman resmi migrasi eSIM. Angka itu berbeda dari harga paket perdana eSIM prabayar yang dijual mulai Rp 35.000, karena paket perdana berlaku untuk nomor baru dan bukan untuk migrasi nomor lama. Nomor layanan pelanggan Telkomsel adalah 188.

XL

  1. Pastikan perangkat mendukung eSIM, berstatus resmi, dan bukan barang black market atau pembelian dari luar negeri.
  2. Periksa IMEI perangkat lewat layanan pelanggan XL, sesuai arahan pada halaman eSIM resmi XL.
  3. Datang ke XL Center untuk upgrade atau validasi nomor XL aktif menjadi eSIM.

Sorot Utama tidak menemukan keterangan biaya upgrade nomor lama ke eSIM pada halaman eSIM resmi XL pada Agustus 2026. Harga yang tercantum di halaman itu adalah paket perdana 3 GB seharga Rp 35.000 untuk pembelian eSIM baru, sehingga pengguna XL sebaiknya menanyakan biaya upgrade langsung di XL Center.

Merek lain

Merek XL, XL Prioritas, XL SATU, Axis, dan Smartfren kini berada di bawah satu perusahaan, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, sehingga prosedur XL belum tentu identik dengan prosedur Smartfren atau Axis. Sorot Utama tidak berhasil memverifikasi rincian langkah migrasi eSIM untuk merek Axis, Smartfren, IM3, dan Tri dari halaman resmi masing-masing pada Agustus 2026. Pengguna merek tersebut sebaiknya mengonfirmasi syarat, dokumen, dan biaya lewat aplikasi resmi atau gerai resmi sebelum melepas kartu fisik.

Ponsel apa saja yang mendukung eSIM?

Dukungan eSIM ditentukan model perangkat, bukan oleh operator. Telkomsel mencantumkan dukungan eSIM pada seri Apple iPhone dan iPad serta perangkat Samsung Galaxy, Oppo, Xiaomi, Vivo, Huawei, dan Honor, sedangkan XL mencantumkan Apple iPhone dan iPad, Samsung Galaxy, Google Pixel, Huawei, Motorola, Oppo, Xiaomi, dan Vivo. Cara paling pasti adalah membuka menu Pengaturan lalu Seluler dan melihat apakah opsi Tambah eSIM tersedia. Perangkat di luar jalur resmi bisa ditolak meski modelnya mendukung eSIM.

Apa yang terjadi pada nomor bila ponsel hilang atau ganti perangkat?

Profil eSIM tersimpan pada cip yang tertanam permanen di ponsel, sehingga tidak dapat dicabut dan dipindahkan seperti kartu plastik. Bila ponsel hilang, nomor tidak otomatis berpindah ke orang lain, tetapi pemilik juga tidak bisa memakai nomor itu di ponsel cadangan tanpa penerbitan ulang profil eSIM oleh operator.

  • Hubungi layanan pelanggan operator untuk memblokir nomor secepatnya. Nomor layanan pelanggan Telkomsel adalah 188.
  • Ajukan penerbitan ulang profil eSIM dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga ke gerai resmi operator.
  • Cabut sesi masuk pada akun surel, dompet digital, dan aplikasi perbankan melalui perangkat lain.
  • Laporkan kehilangan ke kepolisian bila perangkat sempat dipakai untuk transaksi keuangan.

Untuk pergantian perangkat yang direncanakan, Telkomsel menjelaskan urutannya: putuskan koneksi nomor pada perangkat lama lewat menu Pengaturan, lalu Seluler, kemudian hapus profil eSIM, dan daftarkan nomor yang sama pada perangkat baru. Pastikan kode QR pengganti sudah tersedia sebelum profil lama dihapus, karena nomor tidak aktif selama jeda tersebut.

Mengapa eSIM memperkecil, bukan menghapus, risiko SIM swap?

SIM swap adalah pengambilalihan nomor korban oleh pelaku agar kode sekali pakai perbankan masuk ke perangkat pelaku. eSIM memperkecil satu jalur serangan, yaitu penukaran kartu fisik di gerai memakai identitas curian, karena penerbitan profil eSIM menuntut wajah pemilik dipindai dan dicocokkan dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

eSIM tidak menghapus risiko karena titik lemah lain tetap terbuka. Pelaku masih dapat menipu petugas layanan pelanggan lewat rekayasa sosial, membajak akun surel yang menjadi jalur pemulihan, atau memasang aplikasi jahat yang membaca notifikasi berisi kode sekali pakai. Jalur surel bahkan menjadi lebih penting pada alur Telkomsel, karena kode QR migrasi dikirim ke surel pelanggan. Verifikasi biometrik hanya melindungi tahap penerbitan profil, bukan aktivitas setelah nomor aktif di perangkat.

  • Pindahkan autentikasi dua faktor dari SMS ke aplikasi pembuat kode atau kunci keamanan fisik.
  • Aktifkan PIN atau kata sandi pada akun operator.
  • Amankan akun surel dengan kata sandi unik dan autentikasi dua faktor, karena surel menjadi jalur pemulihan sekaligus jalur pengiriman kode QR eSIM.
  • Jangan berikan kode sekali pakai kepada siapa pun, termasuk penelepon yang mengaku petugas bank.
  • Curigai sinyal yang hilang mendadak tanpa sebab, karena bisa menjadi tanda nomor sedang dipindahkan.
  • Batasi izin membaca notifikasi dan SMS pada aplikasi yang tidak memerlukannya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah migrasi ke eSIM wajib di Indonesia per Agustus 2026?
Tidak wajib. Kementerian Komunikasi dan Digital mengumumkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2025 yang mengatur pemanfaatan teknologi eSIM pada 11 April 2025, dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikannya sebagai imbauan bagi pemilik ponsel yang sudah mendukung eSIM. Kartu SIM fisik tetap sah dipakai per Agustus 2026.
Berapa biaya migrasi kartu SIM fisik ke eSIM?
Telkomsel mencantumkan biaya migrasi ke eSIM sebesar Rp 10.000 pada halaman resmi migrasi eSIM per Agustus 2026. Angka itu terpisah dari harga paket perdana eSIM prabayar yang dijual mulai Rp 35.000 dan berlaku untuk nomor baru. Sorot Utama tidak menemukan keterangan biaya upgrade nomor lama ke eSIM pada halaman eSIM resmi XL, sehingga pengguna XL sebaiknya menanyakannya langsung di XL Center.
Bisakah profil eSIM dipindahkan sendiri ke ponsel baru tanpa ke gerai?
Profil eSIM tertanam pada cip di dalam ponsel dan tidak bisa dicabut seperti kartu plastik, sehingga pemindahan ke perangkat baru memerlukan kode QR pengganti dari operator. Telkomsel menjelaskan urutannya: putuskan koneksi nomor pada perangkat lama lewat menu Pengaturan, lalu Seluler, hapus profil eSIM, kemudian daftarkan nomor yang sama pada perangkat baru. Untuk migrasi awal dari kartu fisik, Telkomsel melayani lewat kanal MyTelkomsel dan gerai GraPARI, sedangkan XL mengarahkan pemilik nomor aktif datang ke XL Center.

Sumber

  1. ANTARA: Kemkomdigi umumkan Permen pemanfaatan eSIM jaga ruang digital aman (11 April 2025)
  2. ANTARA: Kemkomdigi sebut teknologi eSIM cegah penggunaan identitas palsu (16 Mei 2025)
  3. ANTARA: Aktivasi kartu SIM wajib gunakan face recognition (18 November 2025)
  4. Telkomsel: halaman resmi migrasi eSIM (syarat, biaya Rp 10.000, kanal MyTelkomsel dan GraPARI)
  5. Telkomsel: halaman resmi eSIM Telkomsel (syarat KTP dan KK, batas tiga eSIM, daftar perangkat)
  6. XL: halaman resmi eSIM XL (syarat perangkat resmi, cek IMEI, upgrade lewat XL Center)
#keamanan digital

Tentang penulis

R
Redaksi Sorot Utama

Tim Redaksi Kolektif

Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.

Baca juga