Lompat ke konten utama
sorotutama

Malaysia Wajibkan Sistem QR Interoperable Mirip QRIS Indonesia

Bank Negara Malaysia menerbitkan kebijakan Interoperable Fund Transfer Framework yang mewajibkan penghapusan jaringan QR proprietary dalam dua tahun, mengadopsi model serupa QRIS Indonesia yang telah beroperasi sejak 2019.

Oleh Redaksi Sorot Utama3 menit baca
Malaysia Wajibkan Sistem QR Interoperable Mirip QRIS Indonesia
Foto: Leeloo The First via Pexels

Ringkasan

Bank sentral Malaysia mewajibkan penghapusan jaringan pembayaran QR tertutup paling lambat 30 Juni 2028 melalui dokumen kebijakan Interoperable Fund Transfer Framework. Langkah ini mengadopsi model QRIS Indonesia yang telah terbukti sukses dengan lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif hingga pertengahan 2026.

Daftar isi▶ buka

Bank sentral Malaysia memutuskan menghapus jaringan pembayaran QR milik setiap penyedia secara bertahap dalam dua tahun ke depan. Kebijakan ini diambil untuk mewujudkan satu sistem pembayaran QR yang terintegrasi dan saling terhubung atau interoperable, serupa dengan QRIS yang sudah lebih dulu beroperasi di Indonesia sejak 2019.

Melalui dokumen kebijakan Interoperable Fund Transfer Framework yang baru diterbitkan, seluruh jaringan QR proprietary wajib dihentikan paling lambat 30 Juni 2028. Selama masa transisi, lembaga keuangan yang terdampak juga dilarang merekrut merchant baru ke dalam jaringan QR tertutup mereka.

Tujuan Kebijakan Interoperabilitas

Kebijakan tersebut bertujuan agar masyarakat dapat menggunakan aplikasi bank maupun dompet digital mana pun yang berpartisipasi untuk melakukan pembayaran melalui satu jaringan QR yang sama. Dengan begitu, konsumen tidak lagi bergantung pada sistem tertutup yang dioperasikan masing-masing penyedia layanan.

Dalam aturan baru itu, seluruh bank yang menyediakan layanan pembayaran QR diwajibkan bergabung dengan infrastruktur pembayaran bersama. Bank juga harus memungkinkan nasabahnya melakukan pembayaran kepada merchant yang dilayani oleh seluruh acquirer yang berpartisipasi.

Di sisi lain, merchant acquirer juga wajib memastikan merchant yang mereka layani dapat menerima pembayaran dari pelanggan seluruh institusi keuangan yang menjadi peserta jaringan tersebut, sebagaimana dilaporkan The Edge Malaysia.

Infrastruktur Real-time Retail Payments Platform

Infrastruktur pembayaran bersama yang dimaksud adalah Real-time Retail Payments Platform, yang mendukung layanan seperti DuitNow Transfer dan DuitNow QR. Platform ini dioperasikan oleh Payments Network Malaysia Sdn Bhd (PayNet).

Model ini mirip dengan sistem di Indonesia, di mana QRIS merupakan satu kode QR tunggal yang dapat dibaca oleh semua aplikasi dompet digital dan bank yang beroperasi di Indonesia. Tidak ada lagi kebingungan melihat banyaknya kode QR berbeda di satu tempat usaha, dan pengalaman ini juga sangat membantu wisatawan asing.

Keunggulan QRIS sebagai Model

Keunggulan QRIS sudah teruji secara luas. Hingga pertengahan 2026, QRIS digunakan oleh lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia, serta telah terhubung lintas negara dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan negara lain.

Sejak November 2023, QRIS sudah terintegrasi dengan SGQR di Singapura, memudahkan wisatawan Indonesia bertransaksi di sana. Pencapaian ini menunjukkan bahwa sistem interoperable dapat berfungsi efektif dalam skala regional.

Konteks Adopsi Digital di Malaysia

Langkah ini diambil negeri jiran di tengah meningkatnya penggunaan layanan transfer dana secara elektronik di Malaysia. Menurut Bank Negara Malaysia (BNM), mobile banking kini menjadi kanal pembayaran favorit masyarakat dan mendorong adopsi transaksi digital secara berkelanjutan.

Saat ini, setiap warga Malaysia rata-rata melakukan sedikitnya 1,5 transaksi pembayaran elektronik setiap hari. Bank sentral Malaysia menyatakan bahwa pencapaian ini ditopang oleh infrastruktur pembayaran bersama yang berfungsi sebagai jaringan interoperabilitas yang menghubungkan rekening bank dan rekening uang elektronik nonbank, baik untuk transfer dana antar rekening maupun pembayaran kepada merchant.

Implikasi Regional

Implikasinya, adopsi model serupa QRIS oleh Malaysia menandai pengakuan regional terhadap keberhasilan sistem pembayaran digital Indonesia. Perlu dicermati bahwa tren interoperabilitas pembayaran digital kini menjadi prioritas di kawasan Asia Tenggara, dengan beberapa negara mulai mengintegrasikan sistem mereka untuk memudahkan transaksi lintas negara.

Secara umum di sektor pembayaran digital, standarisasi dan interoperabilitas dianggap kunci untuk meningkatkan efisiensi ekonomi dan pengalaman konsumen. Kebijakan Malaysia ini memperkuat posisi QRIS sebagai model rujukan dalam ekosistem pembayaran digital regional.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu Interoperable Fund Transfer Framework yang diterbitkan Bank Negara Malaysia?
Interoperable Fund Transfer Framework adalah dokumen kebijakan yang diterbitkan bank sentral Malaysia yang mewajibkan penghapusan jaringan QR proprietary paling lambat 30 Juni 2028. Kebijakan ini bertujuan mewujudkan satu sistem pembayaran QR yang terintegrasi dan saling terhubung, mirip dengan QRIS Indonesia.
Berapa jumlah pengguna QRIS di Indonesia hingga pertengahan 2026?
Hingga pertengahan 2026, QRIS digunakan oleh lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia. Sistem ini juga telah terhubung lintas negara dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan negara lain, serta terintegrasi dengan SGQR Singapura sejak November 2023.

Sumber

  1. Disarikan dari CNBC Indonesia Tech
#QRIS#Pembayaran Digital#Malaysia#Teknologi Finansial

Tentang penulis

Tim redaksi di ruang kerja editorial
Redaksi Sorot Utama

Tim Redaksi Kolektif

Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.

Baca juga