Format Liga 1 2026/27: Berapa Klub Bertanding dan Aturan Degradasi
Struktur kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2026/27 dijelaskan lengkap, dari jumlah peserta hingga jalur ke turnamen Asia.

Ringkasan
Liga 1 musim 2026/27 akan diikuti 18 klub dengan format double round-robin (34 pertandingan per tim). Tiga klub terbawah degradasi ke Liga 2, digantikan tiga juara Liga 2. Indonesia memiliki dua slot AFC Champions League Two dan satu slot AFC Challenge League. PT LIB belum merilis jadwal resmi, namun struktur kompetisi tetap mengikuti standar FIFA dengan jeda internasional.
Daftar isi▶ buka▼ tutup
Persaingan sepak bola Indonesia memasuki babak baru dengan format Liga 1 musim 2026/27 yang tetap mempertahankan struktur 18 klub peserta. Kompetisi tertinggi negara ini akan kembali menggunakan sistem double round-robin, di mana setiap tim bertanding 34 kali, 17 kandang dan 17 tandang, sesuai regulasi standar yang diterapkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sejak reformasi kompetisi 2017.
Format ini menjadi krusial bagi klub-klub yang bersaing tidak hanya untuk gelar juara, tetapi juga tiket ke kompetisi antarklub Asia dan menghindari degradasi. Berdasarkan data resmi PSSI, sistem promosi-degradasi langsung tanpa playoff tetap diberlakukan untuk menjaga kompetitivitas dan memberikan kesempatan regenerasi tim dari Liga 2.
Berapa jumlah klub yang bertanding di Liga 1 2026/27?
Liga 1 musim 2026/27 akan diikuti tepat 18 klub, konsisten dengan format yang digunakan sejak musim 2021/22. Komposisi peserta terdiri dari 15 klub yang lolos dari musim sebelumnya (posisi 1-15 klasemen akhir 2025/26), ditambah tiga juara Liga 2 yang promosi otomatis. PT LIB menetapkan angka 18 sebagai jumlah ideal untuk menyeimbangkan kualitas kompetisi dengan kalender yang padat, mengingat kewajiban FIFA match window dan kompetisi timnas.
Sistem 18 klub menghasilkan total 306 pertandingan dalam satu musim penuh, dengan setiap tim bermain 34 laga. Format double round-robin memastikan setiap klub bertemu dua kali, sekali di kandang masing-masing, sehingga meminimalkan faktor keberuntungan undian dan lebih mengandalkan konsistensi performa sepanjang musim.
Bagaimana mekanisme promosi dan degradasi bekerja?
Tiga klub yang menempati posisi 16, 17, dan 18 di klasemen akhir Liga 1 2025/26 akan degradasi langsung ke Liga 2 tanpa melalui playoff. Mereka akan digantikan oleh tiga juara Liga 2 dari zona berbeda yang promosi otomatis. PSSI menerapkan sistem degradasi langsung ini sejak 2020 untuk menghindari kontroversi playoff dan mempercepat kepastian status klub menjelang musim baru.
- Posisi 1-3: Lolos ke kompetisi AFC (bergantung ranking koefisien)
- Posisi 4-15: Tetap di Liga 1 musim depan
- Posisi 16-18: Degradasi langsung ke Liga 2
- Juara Liga 2 Zona Barat, Tengah, Timur: Promosi otomatis ke Liga 1
Tidak ada mekanisme playoff antara klub Liga 1 posisi 15 dengan runner-up Liga 2, berbeda dengan beberapa liga Eropa. Keputusan ini diambil PT LIB untuk memberikan insentif jelas: klub Liga 1 harus mempertahankan performa minimal posisi 15, sementara klub Liga 2 harus menjadi juara zona untuk promosi.
Berapa slot kompetisi Asia yang tersedia?
Indonesia memiliki alokasi tiga slot kompetisi klub AFC untuk musim 2026/27 berdasarkan ranking koefisien negara terbaru. Menurut sistem kompetisi klub AFC yang direformasi 2024, Indonesia mendapat dua slot AFC Champions League Two (setara tier kedua Asia) dan satu slot AFC Challenge League (tier ketiga). Juara Liga 1 otomatis lolos ke AFC Champions League Two, sementara runner-up dan juara Piala Indonesia berebut satu slot tersisa di turnamen yang sama.
Posisi ketiga Liga 1 akan mendapat slot AFC Challenge League, kompetisi yang menggantikan AFC Cup lama. Jika juara Piala Indonesia sudah lolos via Liga 1, maka slot AFC Champions League Two ketiga jatuh ke posisi tiga klasemen. Sistem ini memberikan insentif ganda: klub tidak hanya mengejar gelar liga, tetapi juga performa konsisten di posisi puncak untuk tiket Asia yang membawa prestise dan revenue tambahan.
Slot kompetisi AFC adalah target strategis klub-klub besar Indonesia. Revenue dari prize money dan sponsor turnamen Asia bisa mencapai miliaran rupiah, belum termasuk exposure branding internasional.
Kapan jadwal kompetisi akan dirilis resmi?
PT LIB belum merilis jadwal pertandingan resmi Liga 1 2026/27 hingga artikel ini ditulis. Berdasarkan pola musim-musim sebelumnya, kalender kompetisi biasanya diumumkan 4-6 minggu sebelum kick-off, setelah konfirmasi final peserta dan venue stadion yang memenuhi standar AFC. Jadwal harus memperhitungkan FIFA international window (jeda untuk timnas), kondisi cuaca musim hujan, dan koordinasi dengan broadcaster resmi.
Yang pasti, format tetap mengikuti standar FIFA: kompetisi berlangsung Agustus hingga Mei tahun berikutnya dengan jeda Desember-Januari untuk liburan akhir tahun dan persiapan timnas. Setiap klub akan mendapat minimal tiga hari recovery antar-pertandingan, kecuali dalam kondisi fixture congestion akibat penundaan atau kompetisi paralel seperti Piala Indonesia.
Faktor penentu jadwal kompetisi
- Ketersediaan stadion berlisensi AFC (minimal 15.000 kapasitas untuk kompetisi internasional)
- Koordinasi dengan kalender timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia
- Kesepakatan hak siar dengan broadcaster yang menentukan slot prime time
- Kondisi geografis Indonesia yang memerlukan travel time management antar-pulau
Apa perbedaan format ini dengan liga-liga tetangga Asia Tenggara?
Dibandingkan negara ASEAN lain, format 18 klub Liga 1 Indonesia tergolong besar. Thai League 1 menggunakan 16 klub, Malaysia Super League 12 klub, Vietnam V.League 1 sebanyak 14 klub. Jumlah peserta lebih banyak memberikan representasi geografis lebih luas, dari Aceh hingga Papua, namun juga menciptakan tantangan logistik dan konsistensi kualitas kompetisi.
Sementara itu, sistem degradasi langsung tiga klub tanpa playoff membuat Liga 1 lebih brutal dibanding Thai League yang hanya mendegradasi dua tim terbawah. Pendekatan ini dipilih PSSI dan PT LIB untuk mempercepat regenerasi dan memberikan pressure maksimal kepada klub untuk maintain performa, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi klub Liga 2 yang ambisius.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Apakah ada playoff untuk menentukan degradasi atau promosi?
- Tidak. Tiga klub terbawah Liga 1 degradasi langsung, digantikan tiga juara Liga 2 tanpa playoff. Sistem ini diterapkan untuk kepastian dan efisiensi kalender.
- Berapa kali setiap klub bertanding dalam satu musim?
- Setiap klub bertanding 34 kali (17 kandang, 17 tandang) dalam format double round-robin dengan total 306 pertandingan liga per musim.
- Bagaimana jika juara Piala Indonesia sudah lolos AFC via Liga 1?
- Slot AFC Champions League Two ketiga akan jatuh ke posisi tiga klasemen Liga 1, sehingga total tetap tiga wakil Indonesia di kompetisi Asia.
- Apakah jumlah klub bisa berubah di musim mendatang?
- PT LIB dan PSSI belum mengumumkan rencana perubahan jumlah peserta. Format 18 klub dianggap optimal untuk kondisi geografis dan infrastruktur Indonesia saat ini.
- Kapan biasanya Liga 1 dimulai dan berakhir?
- Berdasarkan pola sebelumnya, Liga 1 kick-off Agustus dan final Mei tahun berikutnya, dengan jeda Desember-Januari untuk liburan dan FIFA window.
Sumber
Tentang penulis
Tim Redaksi Kolektif
Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.
Baca juga
Naturalisasi Pemain Timnas: Antara Aturan FIFA dan Perdebatan Identitas
Proses naturalisasi pemain sepak bola melibatkan regulasi FIFA, UU Kewarganegaraan Indonesia, dan perdebatan publik soal identitas versus prestasi.
Regenerasi Voli Putri Indonesia: Jalan Panjang Membangun Timnas Pasca Era Bintang
Setelah kejayaan Megawati Hangestri, Wilda Nurfadhilah, dan Aprilia Manganang, timnas voli putri Indonesia kini menghadapi tantangan besar dalam regenerasi pemain dan sistem pembinaan.
Megawati Hangestri di Korea: Momentum Kebangkitan Voli Putri Indonesia
Kesuksesan opposite spiker timnas di Daejeon Red Sparks memicu lonjakan minat domestik, namun tantangan regenerasi struktural masih menghadang.
Pelatnas PBSI 2027: Ambisi Sudirman Cup di Tengah Krisis Regenerasi Tunggal Putri
Dengan skuad inti yang solid di sektor ganda namun rapuh di tunggal putri, PBSI menghadapi tantangan struktural menjelang Sudirman Cup 2027 di Nanning.
Esports Indonesia Bidik Medali SEA Games 2027: Industri Rp1 Triliun di Tengah Tantangan Regulasi
Timnas MLBB dan PUBG Mobile siap berlaga di Malaysia, sementara industri esports domestik tumbuh pesat namun hadapi isu pembinaan dan kesehatan mental atlet.




