Lompat ke konten utama
sorotutama

Bobibos: Bahan Bakar dari Jerami Inovasi PT Inti Sinergi Formula

PT Inti Sinergi Formula memperkenalkan Bobibos, bahan bakar nabati dari jerami dengan RON 98,1 yang diklaim rendah emisi dan lebih ekonomis dari bahan bakar fosil.

Oleh Redaksi Sorot Utama3 menit baca
Bobibos: Bahan Bakar dari Jerami Inovasi PT Inti Sinergi Formula
Foto: GO HOME TOMORROW via Pexels

Ringkasan

Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos) adalah inovasi bahan bakar nabati dari limbah jerami yang diperkenalkan PT Inti Sinergi Formula di Jonggol, Bogor, pada 2 November 2025. Dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin melalui riset lebih dari 10 tahun, produk ini tersedia dalam varian bensin dan solar dengan nilai oktan RON 98,1 serta diklaim mampu menekan emisi mendekati nol.

Daftar isi▶ buka

Indonesia menambah portofolio inovasi energi terbarukan dengan hadirnya Bobibos, bahan bakar nabati berbasis jerami yang diperkenalkan PT Inti Sinergi Formula pada 2 November 2025 di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Produk ini merupakan hasil riset M. Ikhlas Thamrin bersama timnya, yang memanfaatkan limbah pertanian—khususnya jerami yang selama ini sering dibakar pasca panen—sebagai bahan baku energi alternatif ramah lingkungan.

Bobibos, singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos, termasuk dalam kategori Bahan Bakar Nabati (BBN). Menurut informasi dari akun Instagram resmi produk, jerami diolah melalui proses bioenergi dan suntikan serum khusus untuk menghasilkan bahan bakar berperforma tinggi dengan nilai Research Octane Number (RON) 98,1—lebih tinggi dari bahan bakar RON 98 berbasis fosil seperti Pertamax Turbo yang beredar di pasaran. Produk ini diklaim mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol, menjadikannya lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.

Latar Belakang dan Proses Riset

Inovasi Bobibos lahir dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. M. Ikhlas Thamrin melakukan riset mandiri selama lebih dari 10 tahun untuk menemukan alternatif energi dari bahan baku lokal. Jerami dipilih karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia serta efisiensi produksi yang tinggi. Dengan menggunakan bahan baku lokal, biaya produksi dapat ditekan sehingga harga jual Bobibos ditargetkan lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar konvensional.

Pemanfaatan jerami sebagai bahan baku juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi petani. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk bernilai jual, memberikan tambahan penghasilan bagi sektor pertanian. Setiap hektare sawah diklaim dapat menghasilkan hingga 3.000 liter bahan bakar, serta produk turunan seperti pakan ternak dan pupuk organik.

Varian Produk dan Keunggulan Teknis

Bobibos diproduksi dalam dua varian: bensin dan solar. Kedua jenis bahan bakar ini dapat digunakan pada berbagai kendaraan dan mesin, seperti sepeda motor, mobil, traktor, kapal nelayan, hingga mesin industri rakyat. Beberapa keunggulan yang diklaim antara lain:

  • Nilai oktan tinggi dengan RON 98,1, melampaui bahan bakar RON 98 berbasis fosil di pasaran
  • Efisiensi jarak tempuh lebih jauh dibandingkan solar biasa
  • Teknologi pengolahan yang mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol
  • Performa mesin lebih ringan dan hemat bahan bakar berdasarkan uji lapangan
  • Harga ditargetkan lebih ekonomis dibandingkan bahan bakar RON 98 konvensional
  • Produksi terdesentralisasi yang dapat dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia untuk mengurangi biaya distribusi

Uji Coba dan Dukungan Industri

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut melakukan uji coba langsung Bobibos menggunakan mesin traktor diesel di Lembur Pakuan. Hasil uji coba menunjukkan performa mesin yang optimal, tarikan lebih ringan, dan asap buangan yang lebih bersih. Kehadiran Bobibos mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pelaku industri hingga pemerintah daerah.

Pemilik PT Primajasa, H. Amir Mahpud, menyatakan kesiapannya bekerja sama untuk menggunakan Bobibos sebagai bahan bakar armada bus yang beroperasi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas penggunaan Bobibos secara nasional, sekaligus mendorong transformasi menuju energi hijau yang berdaya saing tinggi.

Potensi Ekonomi Berkelanjutan

Perlu dicermati bahwa proses produksi Bobibos berpotensi menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan di sektor pertanian. Dengan kapasitas produksi hingga 3.000 liter per hektare sawah ditambah produk turunan seperti pakan ternak dan pupuk organik, petani tidak hanya memproduksi bahan pangan tetapi juga dapat berkontribusi pada pasokan energi, pakan, dan pupuk nasional—menciptakan diversifikasi pendapatan bagi sektor pertanian.

Secara umum di sektor energi terbarukan Indonesia, inovasi seperti Bobibos mencerminkan upaya dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus memanfaatkan potensi limbah pertanian yang selama ini kurang termanfaatkan. Namun, keberhasilan komersial dan adopsi massal produk ini akan bergantung pada konsistensi kualitas, skalabilitas produksi, serta dukungan regulasi pemerintah terhadap bahan bakar nabati.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu Bobibos dan siapa yang mengembangkannya?
Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos) adalah bahan bakar nabati berbasis jerami yang dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula melalui riset M. Ikhlas Thamrin selama lebih dari 10 tahun. Produk ini diperkenalkan pada 2 November 2025 di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Apa keunggulan teknis Bobibos dibanding bahan bakar fosil?
Bobibos memiliki nilai oktan RON 98,1 (lebih tinggi dari bahan bakar RON 98 berbasis fosil), diklaim mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol, memberikan efisiensi jarak tempuh lebih jauh, serta harga ditargetkan lebih ekonomis. Produk tersedia dalam varian bensin dan solar untuk berbagai jenis kendaraan dan mesin.
Bagaimana Bobibos memberikan dampak ekonomi bagi petani?
Bobibos memanfaatkan jerami sebagai bahan baku, mengubah limbah pertanian yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk bernilai jual. Setiap hektare sawah diklaim dapat menghasilkan hingga 3.000 liter bahan bakar plus produk turunan seperti pakan ternak dan pupuk organik, memberikan tambahan penghasilan bagi petani.

Sumber

  1. Disarikan dari Antara Ekonomi
#Bobibos#bahan bakar nabati#energi-terbarukan#jerami#PT Inti Sinergi Formula#M. Ikhlas Thamrin

Tentang penulis

Tim redaksi di ruang kerja editorial
Redaksi Sorot Utama

Tim Redaksi Kolektif · Mengikuti Pedoman Editorial Sorot Utama

Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.

Baca juga