Prinsip GCG Bantu BUMN Raih Laba Rp332 Triliun di 2025
Di bawah pengawasan BPI Danantara, BUMN mencatatkan laba Rp332 triliun pada 2025, melonjak tajam dari Rp89 triliun tahun sebelumnya.

Ringkasan
BUMN mencatat kinerja positif dengan laba Rp332 triliun pada 2025, naik signifikan dari Rp89 triliun di 2024. Pencapaian ini dipandang sebagai cerminan perbaikan tata kelola (GCG) di bawah pengawasan BPI Danantara, dengan sektor perbankan dan energi sebagai kontributor utama.
Daftar isi▶ buka▼ tutup
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan raihan laba mencapai Rp332 triliun. Angka ini meningkat tajam dari Rp89 triliun pada 2024, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto awal tahun ini. Pencapaian ini terjadi di bawah pengawasan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Perolehan laba tahun lalu ditopang oleh sektor perbankan dan energi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi salah satu kontributor utama dengan mencetak laba bersih Rp57,13 triliun.
Peran Prinsip Good Corporate Governance
Pertumbuhan kinerja tersebut dipandang sebagai cerminan perbaikan tata kelola (good corporate governance/GCG) BUMN di bawah pengawasan BPI Danantara, meskipun perbaikan tetap perlu dilakukan.
"Tata kelola itu terkait aspek transparansi, accountability, integrity, fairness. Artinya korporasi BUMN, baik Tbk ataupun yang belum Tbk dituntut menjalankan prinsip tersebut," tegas Managing Partner BUMN Research Group LM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Toto Pranoto.
Toto menambahkan bahwa Danantara memiliki prioritas untuk menegakkan disiplin GCG di semua korporasi negara, baik yang sudah tercatat di bursa (Tbk) maupun yang belum. Pengawasan dari Danantara diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kinerja serta tata kelola BUMN secara berkelanjutan.
Perbaikan Jangka Panjang
Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menekankan bahwa proses perbaikan tata kelola BUMN harus berkesinambungan dan tidak boleh terputus.
"Perbaikan tata kelola BUMN menurut saya adalah sebuah proses jangka panjang. Sekarang belum kelihatan hasilnya tapi bukan berarti gagal. Karena memang perbaikan besar butuh waktu," tandas Piter.
Kontribusi untuk Perekonomian Nasional
Kinerja positif BUMN menjadi kebanggaan masyarakat, mengingat BUMN merupakan badan usaha yang dibentuk untuk mengelola sektor strategis demi kemakmuran rakyat Indonesia. Kehadiran BPI Danantara turut memaksimalkan aset BUMN melalui investasi, yang diharapkan dapat meningkatkan kontribusi BUMN bagi perekonomian nasional.
Secara umum, implikasi dari penerapan prinsip GCG yang konsisten dapat memperkuat daya saing BUMN di pasar domestik maupun global. Transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik juga berpotensi meningkatkan kepercayaan investor dan publik terhadap korporasi milik negara. Namun, perlu dicermati bahwa perbaikan tata kelola adalah proses berkelanjutan yang memerlukan komitmen jangka panjang dari semua pemangku kepentingan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Berapa laba BUMN pada tahun 2025?
- BUMN mencatatkan laba sebesar Rp332 triliun pada tahun 2025, meningkat tajam dari Rp89 triliun pada tahun 2024.
- Apa peran BPI Danantara terhadap kinerja BUMN?
- BPI Danantara berperan dalam pengawasan dan penegakan disiplin Good Corporate Governance (GCG) di semua korporasi negara, yang dipandang berkontribusi pada perbaikan kinerja BUMN. Danantara juga memaksimalkan aset BUMN melalui investasi.
- Sektor apa yang menjadi kontributor utama laba BUMN 2025?
- Perolehan laba BUMN tahun 2025 ditopang oleh sektor perbankan dan energi. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi salah satu kontributor utama dengan laba bersih Rp57,13 triliun.
- Apa yang dimaksud dengan prinsip GCG dalam konteks BUMN?
- Prinsip Good Corporate Governance (GCG) mencakup aspek transparansi, akuntabilitas (accountability), integritas (integrity), dan keadilan (fairness) yang harus dijalankan oleh korporasi BUMN, baik yang sudah tercatat di bursa maupun yang belum.
Sumber
Tentang penulis

Tim Redaksi Kolektif · Mengikuti Pedoman Editorial Sorot Utama
Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.
Baca juga
BI Rate Naik 25 Bps Jadi 5,50%, Rupiah Menguat ke Rp 18.080/USD
Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,50% pada Selasa (9/6/2026). Pasar merespons positif dengan penguatan rupiah dan IHSG.
SLIK OJK: Panduan Lengkap Cek dan Perbaiki Skor Kredit Anda
Sistem Layanan Informasi Keuangan menentukan persetujuan pinjaman Anda — begini cara mengaksesnya secara gratis dan legal.
Rupiah Tembus Level Terlemah, Bank Jual Dolar AS Rp18.415
Rupiah melemah ke Rp18.100 per dolar AS pada Senin pagi, mencatatkan level terlemah sepanjang masa. Sejumlah bank memasang kurs jual hingga Rp18.415.
Panduan Lengkap Lapor SPT Tahunan 2025 via Coretax dan DJP Online
Tenggat 31 Maret mendekat — simak langkah lengkap, dokumen wajib, dan jenis formulir yang sesuai kategori penghasilan Anda.
Archipelago International Hengkang dari Kuba Patuhi Sanksi AS
Jaringan hotel Indonesia mengakhiri operasional enam hotel merek Aston di Kuba menyusul tenggat waktu pemutusan hubungan dengan konglomerat militer GAESA yang disanksi Washington.




