Lompat ke konten utama
sorotutama

Marc Marquez Raih Gelar Juara Dunia MotoGP Ketujuh di Motegi

Pembalap Ducati Lenovo asal Spanyol ini memastikan gelar juara dunia ketujuh di kelas utama usai finis kedua di Sirkuit Motegi, Jepang, pada 28 September 2025.

Oleh Redaksi Sorot Utama3 menit baca
Marc Marquez Raih Gelar Juara Dunia MotoGP Ketujuh di Motegi
Foto: Patrick via Pexels

Ringkasan

Marc Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuh setelah finis kedua di Sirkuit Motegi, Jepang, pada 28 September 2025. Pencapaian ini menyamai rekor Valentino Rossi dengan tujuh gelar di kelas utama, sekaligus menandai kebangkitan Marquez setelah enam tahun absen dari podium tertinggi akibat cedera.

Daftar isi▶ buka

Marc Marquez memastikan gelar juara dunia MotoGP ketujuh di kelas utama setelah finis kedua di Sirkuit Motegi, Jepang, pada Minggu (28/9/2025). Pembalap Ducati Lenovo asal Spanyol ini mengungguli rival sekaligus adiknya, Alex Marquez, dalam balapan Grand Prix Jepang di Prefektur Tochigi.

Kemenangan ini menandai kebangkitan Marquez setelah enam tahun sejak terakhir kali meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2019. Pencapaian tersebut menyamai catatan legenda Valentino Rossi dengan tujuh gelar di kelas utama, menegaskan posisinya sebagai salah satu pembalap terhebat dalam sejarah MotoGP.

Perjalanan Karier dan Perpindahan Tim

Marquez memulai debut MotoGP pada 2013 bersama Repsol Honda Team. Pada 2024, ia memutuskan pindah ke Gresini Racing Team, sebelum akhirnya bergabung dengan Ducati Lenovo pada musim 2025 yang membuahkan gelar juara dunia terbarunya.

Pembalap kelahiran Cervera, Spanyol, 17 Februari 1993 ini telah mengoleksi sembilan gelar juara dunia sepanjang kariernya, terdiri dari tujuh gelar MotoGP, satu gelar kelas 125cc (2010), dan satu gelar Moto2 (2012).

Tujuh Gelar Juara Dunia MotoGP

2013: Juara Termuda di Kelas Premier

Marquez meraih pole position dan kemenangan pertamanya sebagai juara dunia MotoGP pada 2013 di Laguna Seca. Saat itu berusia 20 tahun 63 hari, ia menjadi pembalap termuda yang memenangkan GP kelas premier, memecahkan rekor Freddie Spencer yang berusia 20 tahun 196 hari di GP Belgia 500cc, Spa-Francorchamps tahun 1982.

2014: Gelar Beruntun di Motegi

Marquez menjadi juara dunia MotoGP 2014 setelah finis kedua di Sirkuit Motegi dan mengantongi 20 poin. Ia menjadi pembalap Honda pertama yang meraih gelar juara dunia di Motegi, sekaligus pembalap termuda yang merebut dua gelar beruntun di kelas utama pada usia 21 tahun 237 hari, mematahkan catatan Mike Hailwood yang meraih prestasi serupa pada usia 23 tahun 152 hari pada 1963.

2016: Bangkit Setelah Musim Penuh Tantangan

Setelah melalui musim penuh tantangan pada 2015, Marquez bangkit di MotoGP 2016 dan meraih gelar juara dunia ketiganya. Pada usia 23 tahun, ia kembali menjadi pembalap termuda yang mencatatkan tiga gelar kelas utama, memecahkan rekor Mike Hailwood yang menorehkan prestasi serupa pada usia 24 tahun 108 hari pada 1964.

2017: Dominasi Berlanjut

Dominasi Marquez berlanjut pada MotoGP 2017. Ia sukses mempertahankan gelarnya setelah bersaing ketat dengan Andrea Dovizioso sepanjang musim, mengantarkannya menjadi pembalap termuda yang mengoleksi empat gelar juara dunia di kelas utama.

2018: Sejarah di Motegi

Pada musim 2018, Marquez merebut sembilan kemenangan meski sempat menghadapi kendala, termasuk tiga penalti di GP Argentina. Ia memastikan gelar juara dunia di Aragon, Thailand, dan Jepang. Di Sirkuit Motegi, kandang Honda, Marquez mencatat sejarah sebagai pembalap muda pertama yang meraih tujuh gelar juara dunia.

2019: Gelar Keenam di Kelas Utama

Musim 2019 menjadi momen penuh perjuangan bagi Marquez. Ia bersaing sengit dengan Andrea Dovizioso dan Fabio Quartararo hingga lap terakhir, namun tetap berhasil keluar sebagai juara dunia kelas utama keenam kalinya. Jika digabungkan dengan dua gelar sebelumnya di kelas 125cc dan Moto2, total gelar juara dunianya mencapai delapan kemenangan pada tahun tersebut.

2025: Kebangkitan Setelah Cedera

Setelah absen cukup lama akibat cedera, Marquez kembali bangkit di MotoGP 2025. Gelar juara dunia ketujuh di kelas utama yang diraihnya di Sirkuit Motegi pada 28 September 2025 menyamai catatan legenda Valentino Rossi dengan tujuh gelar di kelas utama.

Sosok 'Raja Kelas Utama'

Pembalap yang dikenal sebagai 'raja kelas utama' ini terkenal berkat kemampuan dan perjuangannya di lintasan. Walaupun kerap mengalami cedera, Marquez tidak pernah menyerah dan selalu mampu bangkit untuk kembali mengukir sejarah juara dunia.

Secara keseluruhan, pencapaian Marc Marquez dalam dunia balap motor membuktikan konsistensi dan mental juara yang luar biasa. Kemampuannya untuk kembali bersaing di level tertinggi setelah periode pemulihan panjang menunjukkan dedikasi dan profesionalisme seorang atlet kelas dunia. Perlu dicermati bahwa pencapaian ini juga mencerminkan evolusi strategi dan adaptasi teknis yang dilakukannya, terutama dalam transisi ke tim dan motor baru di Ducati Lenovo.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa kali Marc Marquez menjadi juara dunia MotoGP?
Marc Marquez telah meraih gelar juara dunia MotoGP sebanyak 7 kali, yaitu pada tahun 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2025. Secara keseluruhan, ia telah mengoleksi sembilan gelar juara dunia sepanjang kariernya, termasuk satu gelar kelas 125cc (2010) dan satu gelar Moto2 (2012).
Kapan Marc Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP terbarunya?
Marc Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuh pada 28 September 2025 setelah finis kedua di Sirkuit Motegi, Jepang. Ini adalah gelar pertamanya setelah enam tahun absen dari podium tertinggi sejak terakhir kali menjadi juara pada 2019.
Rekor apa yang disamai Marc Marquez dengan gelar juara dunia 2025?
Dengan gelar juara dunia MotoGP ketujuh di kelas utama, Marc Marquez menyamai catatan legenda Valentino Rossi yang juga memiliki tujuh gelar di kelas utama. Pencapaian ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pembalap terhebat dalam sejarah MotoGP.

Sumber

  1. Disarikan dari Antara Olahraga
#Marc Marquez#MotoGP#Juara Dunia#Ducati Lenovo#Sirkuit Motegi#Valentino Rossi

Tentang penulis

Tim redaksi di ruang kerja editorial
Redaksi Sorot Utama

Tim Redaksi Kolektif · Mengikuti Pedoman Editorial Sorot Utama

Redaksi Sorot Utama adalah tim editorial yang bekerja menulis, memverifikasi, dan menyunting setiap artikel sebelum terbit. Kami mengikuti standar editorial yang dipublikasikan terbuka di halaman Pedoman Editorial.

Baca juga