Cara Menghitung Inflasi: Rumus, IHK, dan Contoh Perhitungan
Panduan lengkap memahami rumus laju inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen yang dirilis BPS, lengkap dengan contoh perhitungan step-by-step.

Ringkasan
Inflasi diukur menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang disusun BPS dari keranjang barang dan jasa. Rumus laju inflasi: ((IHK periode sekarang − IHK periode sebelumnya) / IHK periode sebelumnya) × 100%. Ada tiga jenis perhitungan: bulanan (month-to-month), tahunan (year-on-year), dan tahun kalender (year-to-date). Artikel ini menyajikan contoh perhitungan konkret dan penjelasan indikator harga lain seperti IHPB dan deflator PDB.
Daftar isi▶ buka▼ tutup
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam periode tertentu. Di Indonesia, pengukuran inflasi dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Indeks Harga Konsumen (IHK), yang mencerminkan perubahan harga dari keranjang belanja rumah tangga. Memahami cara menghitung inflasi penting bagi pelaku usaha, investor, dan masyarakat umum untuk merencanakan keuangan dan memahami kondisi ekonomi.
Apa itu Indeks Harga Konsumen (IHK)?
Indeks Harga Konsumen adalah indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga dari sekeranjang barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga. BPS menyusun IHK berdasarkan survei harga di berbagai kota di Indonesia, mencakup tujuh kelompok pengeluaran: bahan makanan; makanan jadi, minuman, dan tembakau; perumahan; sandang; kesehatan; pendidikan dan olahraga; serta transportasi dan komunikasi. Setiap kelompok memiliki bobot berbeda sesuai pola konsumsi masyarakat Indonesia.
IHK menggunakan tahun dasar tertentu sebagai patokan dengan nilai 100. Saat ini BPS menggunakan tahun dasar 2018=100, artinya harga pada tahun 2018 dijadikan acuan pembanding. Jika IHK bulan tertentu mencapai 107, berarti harga secara umum naik 7% dibanding tahun dasar.
Bagaimana rumus menghitung laju inflasi?
Rumus dasar laju inflasi berdasarkan IHK adalah:
Laju Inflasi (%) = ((IHK periode sekarang − IHK periode sebelumnya) / IHK periode sebelumnya) × 100%
Rumus ini mengukur persentase perubahan IHK antara dua periode. Periode yang dibandingkan menentukan jenis inflasi yang dihitung: bulanan (month-to-month/mtm), tahunan (year-on-year/yoy), atau tahun kalender (year-to-date/ytd).
Apa saja jenis perhitungan inflasi?
BPS dan Bank Indonesia menggunakan tiga metode perhitungan inflasi:
- Inflasi bulanan (month-to-month): membandingkan IHK bulan ini dengan bulan sebelumnya. Contoh: IHK Februari dibanding Januari.
- Inflasi tahunan (year-on-year): membandingkan IHK bulan ini dengan bulan yang sama tahun lalu. Contoh: IHK Februari 2025 dibanding Februari 2024. Ini metode paling umum digunakan Bank Indonesia untuk target inflasi.
- Inflasi tahun kalender (year-to-date): membandingkan IHK bulan ini dengan IHK Desember tahun sebelumnya. Contoh: IHK Februari 2025 dibanding Desember 2024.
Inflasi year-on-year dianggap paling representatif karena mengeliminasi efek musiman, seperti kenaikan harga menjelang Lebaran atau Natal.
Bagaimana contoh perhitungan inflasi step-by-step?
Berikut contoh perhitungan inflasi bulanan dengan data ilustratif:
Misalkan IHK bulan Januari 2025 adalah 105,50 dan IHK Februari 2025 adalah 107,50. Untuk menghitung laju inflasi bulanan Februari 2025:
- Kurangi IHK Februari dengan IHK Januari: 107,50 − 105,50 = 2,00
- Bagi hasil pengurangan dengan IHK periode sebelumnya (Januari): 2,00 / 105,50 = 0,01896
- Kalikan dengan 100 untuk mendapat persentase: 0,01896 × 100% = 1,90%
Jadi, laju inflasi bulanan Februari 2025 adalah 1,90%. Artinya, harga barang dan jasa secara umum naik 1,90% dibanding Januari 2025.
Untuk inflasi tahunan, misalkan IHK Februari 2024 adalah 102,00 dan IHK Februari 2025 adalah 107,50. Perhitungannya: ((107,50 − 102,00) / 102,00) × 100% = (5,50 / 102,00) × 100% = 5,39%. Inflasi year-on-year Februari 2025 adalah 5,39%.
Apa indikator harga lain selain IHK?
Selain IHK, BPS dan otoritas ekonomi Indonesia menggunakan beberapa indikator harga lain:
- Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB): mengukur perubahan harga di tingkat grosir/perdagangan besar, mencakup komoditas yang diperdagangkan produsen dan importir. IHPB sering menjadi indikator awal (leading indicator) inflasi konsumen.
- Deflator PDB: mengukur perubahan harga semua barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian (Produk Domestik Bruto). Cakupannya lebih luas dari IHK karena termasuk investasi, belanja pemerintah, dan ekspor-impor.
Bank Indonesia terutama memantau inflasi IHK untuk kebijakan moneter, dengan target inflasi yang ditetapkan bersama Pemerintah. Sementara itu, IHPB dan deflator PDB digunakan untuk analisis ekonomi makro yang lebih komprehensif.
Di mana saya bisa mendapat data IHK resmi?
Data IHK dan inflasi resmi Indonesia dipublikasikan BPS setiap awal bulan melalui situs resmi https://www.bps.go.id/, biasanya pada minggu pertama untuk data bulan sebelumnya. Bank Indonesia juga menyediakan ringkasan data inflasi dan analisis kebijakan moneter di https://www.bi.go.id/. Untuk kebutuhan riset atau perencanaan keuangan, selalu gunakan data resmi dari kedua lembaga ini guna memastikan akurasi perhitungan dan analisis Anda.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Apa perbedaan inflasi bulanan dan inflasi tahunan?
- Inflasi bulanan membandingkan IHK bulan ini dengan bulan lalu, sedangkan inflasi tahunan (year-on-year) membandingkan IHK bulan ini dengan bulan yang sama tahun lalu. Inflasi tahunan lebih stabil karena menghilangkan efek musiman.
- Apakah IHK sama dengan inflasi?
- Tidak. IHK adalah indeks (angka) yang mengukur tingkat harga, sedangkan inflasi adalah persentase perubahan IHK antar periode. IHK adalah alat ukur, inflasi adalah hasilnya.
- Kenapa inflasi penting bagi masyarakat?
- Inflasi memengaruhi daya beli uang. Inflasi tinggi membuat harga naik sehingga nilai uang turun. Memahami inflasi membantu merencanakan investasi, tabungan, dan pengeluaran agar tidak tergerus kenaikan harga.
- Siapa yang menentukan target inflasi Indonesia?
- Target inflasi ditetapkan bersama oleh Pemerintah dan Bank Indonesia, biasanya dalam rentang tertentu (misalnya 2,5% ± 1%). Bank Indonesia kemudian menggunakan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi dalam target tersebut.
Sumber
Tentang penulis

Redaktur Ekonomi
Vina Maharani menulis tentang ekonomi makro, kebijakan moneter, dan dampaknya terhadap keuangan rumah tangga, dengan rujukan utama data resmi Bank Indonesia, BPS, dan OJK.
Baca juga
OJK Minta Investor Tak Panik Jelang Pengumuman MSCI 19 dan 24 Juni
Otoritas Jasa Keuangan meminta investor pasar modal tetap tenang menjelang dua pengumuman penting MSCI yang akan menentukan arah dana asing ke Indonesia.
OJK Harap Review MSCI Jadi Titik Balik Investor Asing di Bursa RI
Otoritas Jasa Keuangan berharap hasil peninjauan MSCI pada 19 dan 24 Juni 2026 dapat mendorong investor asing kembali meningkatkan partisipasi di pasar modal Indonesia.
Dampak Inflasi terhadap Ekonomi: Sisi Negatif dan Positif
Inflasi tidak selalu buruk, dalam kadar terkendali justru mendorong produksi, namun jika tinggi merugikan daya beli masyarakat berpendapatan tetap.
BP BUMN Catat 216 Entitas Telah Dipangkas Hingga 15 Juni 2026
Perampingan dilakukan melalui berbagai langkah streamlining untuk menciptakan struktur korporasi BUMN yang lebih sehat, efisien, dan fokus pada sektor strategis.
Investor AS Dominasi Pembelian Obligasi Perdana Danantara US$1,5 M
Penerbitan obligasi global perdana Danantara Indonesia senilai US$1,5 miliar mencatat oversubscription hingga US$4,6 miliar, dengan investor Amerika Serikat menjadi pembeli terbesar, terutama untuk tenor 10 tahun yang mencapai 52%.




