# Mitigasi Gempa: Langkah Sebelum, Saat, dan Sesudah Guncangan
> Panduan kesiapsiagaan keluarga berbasis acuan resmi BMKG dan BNPB, dari persiapan rumah dan tas siaga hingga prinsip Drop, Cover, Hold On dan evakuasi tsunami.
**URL:** https://sorotutama.com/mitigasi-gempa-langkah-sebelum-saat-dan-sesudah-guncangan
**Kategori:** Sains
**Terbit:** 2026-06-30T00:00:00.000Z
**Diperbarui:** 2026-06-30T00:00:20.126Z
**Penulis:** Sari Lestari
**Waktu baca:** 5 menit
**Tag:** #mitigasi gempa, #Bmkg, #Bnpb, #Drop Cover Hold On, #tas siaga bencana

## Ringkasan

Saat guncangan terjadi, prinsip utamanya adalah Drop, Cover, Hold On: merunduk, berlindung di bawah meja kokoh sambil melindungi kepala, dan bertahan sampai guncangan berhenti - bukan berlari panik keluar. Kesiapsiagaan dibangun sebelum gempa: rumah yang aman, perabot diikat ke dinding, dan tas siaga untuk bertahan minimal 72 jam. Bila dekat pantai dan merasakan guncangan kuat, segera evakuasi mandiri ke tempat tinggi tanpa menunggu sirene.



## Tanya-Jawab

### Apa itu prinsip Drop, Cover, Hold On saat gempa?

Drop, Cover, Hold On adalah tindakan dasar yang dianjurkan BNPB saat gempa: Drop (merunduk ke lantai), Cover (berlindung di bawah meja atau benda kokoh sambil melindungi kepala dan leher), dan Hold On (bertahan dengan memegang penopang sampai guncangan benar-benar berhenti). Prinsip ini menjaga Anda dari benda jatuh dan lebih aman daripada berlari panik keluar saat tanah masih berguncang.

### Berapa lama persediaan dalam tas siaga bencana harus cukup?

BNPB menyarankan tas siaga bencana memuat kebutuhan dasar untuk bertahan minimal 72 jam atau tiga hari, yaitu masa kritis ketika bantuan mungkin belum dapat menjangkau lokasi. Isinya antara lain air dan makanan tahan lama, salinan dokumen penting dalam wadah kedap air, P3K dan obat pribadi, senter dengan baterai cadangan, serta perlengkapan pendukung lain. Periksa isinya secara berkala karena ada yang kedaluwarsa.

### Apakah harus menunggu sirene atau peringatan BMKG sebelum mengungsi dari tsunami?

Tidak. BMKG menekankan evakuasi mandiri bagi warga pesisir. Jika Anda merasakan guncangan kuat yang lama atau melihat air laut surut tiba-tiba di tepi pantai, segera menjauh ke tempat tinggi setelah guncangan berhenti tanpa menunggu sirene atau peringatan resmi. Pada gempa dekat pantai, tsunami bisa datang sebelum peringatan tersebar, sehingga respons cepat secara mandiri menentukan keselamatan.

### Apa yang harus dilakukan tepat setelah gempa berhenti?

Keluar dari bangunan dengan tertib melalui tangga biasa, bukan lift, menuju area terbuka. Periksa cedera dan berikan pertolongan pertama, waspadai kebocoran gas serta korsleting listrik, dan jangan masuk kembali ke bangunan yang retak karena rawan roboh saat gempa susulan. Pantau informasi resmi dari BMKG dan BNPB, dan hindari kabar yang tidak jelas sumbernya.

## Sumber

1. [BMKG - Antisipasi Gempabumi (sebelum, saat, sesudah)](https://www.bmkg.go.id/gempabumi/mitigasi/antisipasi-gempabumi)
2. [BMKG - Gempa Bumi Berpotensi Tsunami](https://www.bmkg.go.id/gempabumi/berpotensi-tsunami)
3. [BNPB - Siaga Bencana](https://bnpb.go.id/siaga-bencana)
4. [InaTEWS BMKG - Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia](https://inatews.bmkg.go.id/)

---
Sorot Utama · sumber: https://sorotutama.com/mitigasi-gempa-langkah-sebelum-saat-dan-sesudah-guncangan
